Saturday, January 12, 2013

Monday, January 7, 2013

Dunia (dan) Akhirat, Kamu pilih yang mana? Ayo kita capai KEDUANYA!!!

Dunia (dan) Akhirat, Kamu pilih yang mana?
QS. Al- Isra [17]: 18 -21
"Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang kami kehendaki bagi orang yang kami kehendaki dan Kami sediakan baginya (di akhirat) neraka jahannam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir". (18)
"Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mu'min, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalasi dengan baik". (19)
"Kepada masing-masing golongan baik golongan ini maupun golongan itu Kami berikan bantuan dari kemurahan Tuhanmu. Dan kemurahan Tuhanmu tidak dapat dihalangi" (20)
"Perhatikanlah bagaimana Kami lebihkan sebagian dari mereka atas sebagian (yang lain). Dan pasti kehidupan akhirat lebih tinggi tingkatnya dan lebih besar keutamaannya". (21)

Dalam surah Al-Isra diatas dinyatakan bahwa manusia adalah makhluk yang merdeka,bebas menentukan pilihan, terutama kebebasan manusia untuk menentukan tujuan hidupnya, apakah tujuan hidup kita hanya untuk kesenangan dunia saja ataukah tujuan hidup kita untuk menuju kenikmatan akhirat? Dalam surah Al-Isra diatas juga dijabarkan juga sifat Allah Ar-Rahman, bahwa dia Maha Pengasih-Maha Pemurah, dimana Dia akan memberi kepada semua mahluk-Nya, walau kepada yang tidak beriman sekalipun, dan Allah juga memberi seperti apa yang 'di idamkan' hamba-Nya. Namun juga disebutkan bahwa ada dua pilihan bagi kita, yaitu (yang menghendaki) kehidupan Duniawi atau (yang menghendaki) kehidupan Akhirat. Dimana ditegaskan pada ayat ke 21 diatas, bahwasannya kehidupan akhirat lebih tinggi tingkatnya dan lebih besar keutamaannya,dan juga adanya peringatan Allah pada ayat ke 18 diatas, bahwa bagi yang hanya menginginkan kehidupan duniawi (saja), maka Allah akan memberinya kenikmatan Dunia (yang fana ini) namun di akhirat nanti merugilah orang-orang tersebut, dan hanya neraka jahanam lah tempat kembali mereka, naudzubillah.
Ayat diatas benar-benar menggambarkan Islam sebagai agama yang sesuai dengan fitrah manusia, manusia telah diberikan oleh Allah akal, dengan akal nya manusia dapat berfikir mana yang baik dan tidak, manusia juga dapat berfikir bagaimana survive di dunia ini, dan dengan akalnya manusia diberi kebebasan memilih tujuan hidup nyaNamun Allah tidak 'membiarkan' kita jalan tanpa arah, Ia senantiasa membimbing 'arah' manusia dengan pelajaran, petunjuk dan juga rahmat-Nya (QS. Yunus [10]: 57). Tinggal kita sendirilah yang menentukan, mau atau tidak mengambil pelajaran dan petunjuk yang sangat berharga dari Allah tersebut, agar  kita tidak sesat arah, agar kita di tunjukkan jalan yang lurus oleh-Nya....!
Kita harus ingat, bahwa sekiranya Allah menghendaki, niscaya kita dijadikan-Nya sebagai satu umat (saja), namun Allah hendak menguji kita terhadap pemberian-Nya agar kita berlomba-lomba berbuat kebajikan (QS. Al-Maidah [5]: 48).Itulah harusnya tujuan hidup kita di dunia ini, berlomba-lomba dalam berbuat kebajikan, demi mendapat kemuliaan di akhirat nanti, agar mendapat Ridha Allah dan memperoleh tempat di Surga-Nya kelak.

Ayo kita capai KEDUANYA! InsyaAllah BISA !!!
Kenapa dalam judul diatas tidak saya buat sebagai "Dunia atau Akhirat?" tapi menggunakan kata sambung "dan"? Karena agama islam selalu menuntun umatnya agar menjadi ummatan wasathan, ditengah-tengah, seimbang antara Dunia dan Akhirat, ketika pandangannya mengarah ke langit, kakinya harus tetap menapak di bumi, manusia tidak boleh tenggelam dalam materialisme (kehidupan duniawi saja), tidak juga membumbung tinggi dalam spiritualisme (saja). Islam mengajar umatnya agar meraih materi duniawi, tetapi dengan nilai-nilai samawi. Keseimbangan seperti yang saya sebutkan diatas, insyaAllah bisa kita capai apabila kita memahami betul fitrah manusia dan tujuan hidup kita (yang ideal)  di dunia ini seperti yang  saya sebutkan diatas "berlomba-lomba dalam berbuat kebajikan, demi mendapat kemuliaan di akhirat nanti, agar mendapat Ridha Allah dan memperoleh tempat di Surga-Nya kelak"
Adapun tujuan hidup yang dinyatakan dalam surah Al-Isra, dibedakan menjadi dua, apakah tujuan hidup kita hanya untuk kesenangan dunia saja ataukah tujuan hidup kita untuk menuju kenikmatan akhirat? Kita harus yakin benar bahwa kehidupan akhirat itu lebih utama, lebih tinggi tingkatannya, dan kekal selamanya, tidak hanya semetara sepeti di Dunia ini. Saya juga yakin bahwa dengan mengutamakan tujuan akhirat, niscaya kehidupan duniawi kita akan lebih baik, terutama dari sisi kualitas hidup nya. 
Dunia kita ini adalah media bagi kita untuk berlomba-lomba dalam (idealnya) berbuat kebajikan, dimana semua yang kita lakukan dan usahakan di dunia ini, (idealnya) hanyalah semata-mata karena ingin mencapai tujuan kita- yaitu dunia Akhirat yang baik, tentunya dengan diperolehnya Ridha Allah swt. Saya berkali kali menuliskan kata 'idealnya' dalam kurung karena saya menyadari bahwa kita ini manusia yang penuh kekurangan, walau kita tau mana yang ideal dan mana yang tidak, namun jauh lebih mudah mengatakannya dan menuliskannya daripada menjalaninya, namun paling tidak kita jangan bosan untuk mengatakannya, jangan letih untuk menuliskannya, dan insyaAllah, dengan akal dan kemauan yang kokoh, kita dapat pula menjalaninya atau mengamalkannya. jadi ayo saudaraku, sama sama kita jalani hidup di dunia yang bermanfaat, saling berlomba dalam melakukan kebaikan, saling menolong dan mengingatkan, saling kasih dan mengasihi dan yang terpenting menapaklah di bumi Allah dengan pandangan yang mengarah ke langit (penuh Taqwa), jangan kita terlena dengan kehidupa duniawi belaka, karena saudaraku...,peringatan Allah sangatlah jelas, apabila kita hanya memikirkan dunia saja, kita akan tercela dan terusir di ahirat nanti nya. 

Wa Allah A'lam      

Saturday, January 5, 2013

Thursday, January 3, 2013

The Answer of The Big Question "WHY?"

The Big Question : WHY?  KENAPA?
Pertanyaan diatas paling sering saya terima akhir-akhir ini, mungkin karena beberapa keputusan "perubahan dalam diri saya" yang saya lakukan....misalnya saja "Pake jilbab nih sekarang? Kenapa?" "Buat blog baru ya? berat amat isi nya, kenapa?" "Kenapa blog lu namanya bumiberpelangi? kok gak islami juga namanya? . Saya akan coba jawab disini satu persatu walau dengan sederhana.

Alhamdulillah...., Now I'm a Hijabers!
Keputusan berhijab ini datang benar-benar dari dalam diri saya sendiri, saya berbintang Aries, dimana saya selalu "kutau yang kumau" dan biasanya akan mengejar apa yang saya mau, sifat itu membawa saya selalu menjadi pribadi yang alhamdulillah percaya diri dan tidak gampang terbawa arus negativ, walau pergaulan saya dengan berbagai macam karakter teman, mulai dari  'anak masjid' sampai  'anak gaul jakarta'. Saya tidak menafikkan bahwa dulu saya juga sama seperti remaja lain banyak coba-coba dan juga senang dengan kehidupan gaul yang glamor, masa-masa indah yang saya pandang sebagai masa menempa diri dan memperkaya pengalaman, namun saya sebut (sambil berniat canda) sebagai "Masa Jahiliyah Ku".
Teman2 saya banyak juga yang terkejut ketika saya ber hijab, karena mereka mengenal saya dari masa jahiliyah saya itu, dimana pakaian saya biasanya .....ya gitu deh, kurang bahan, bahasa nya, yang jelas tidak tertutup walau tidak buka-buka an seperti banyak remaja jaman sekarang ini. Dahulu, saya selalu pd dan nyaman dengan pilihan cara berpakaian saya,namun tiba2, beberapa bulan yang lalu, saya ikut sebuah pengajian yang membahas tentang wanita, dimana dibahas dalam pengajian tersebut salah satunya adalah perintah mengenakan hijab bagi wanita dalam QS. Al-Ahzab [33]: 59 dan An-Nur [24]: 31, nah sejak saat itu saya yang biasanya ratu nya pd jadi merasa tidak pd dan mulai tidak nyaman dengan semua pakaian saya, dan hal ini sangat mengganggu karena bagi saya kenyamanan diri no1. Saya tidak tau kenapa, namun ketidak nyamanan itu berlangsung terus menerus selama satu bulan. Namun ke anehan yang terjadi itu berubah pada suatu hari ketika saya datang ke pengajian dan mengenakan busana muslim, walau belum berhijab, masih pakai kerudung saja. Tiba2 saja kenyamanan hinggap lagi dalam diri saya, walau belum sepenuhnya, saya pun penasaran dan mencoba besoknya untuk benar-benar berhijab dan BAM! This is it! Pd dan kenyamanan kembali dalam diri saya, dan sejak itu saya kembali "kutau yang kumau" saya tau pada hari itu, bahwa jiwa saya telah terpanggil, saya pun menangis terharu hari itu dan saya panjatkan do'a syukur kepada Allah yang masih mengasihi saya, sehingga  Dia memberi saya petunjuk yang indah ini.
Allah bersabda dalam QS. Al-Qashash [28]: 56  " ...........Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk".          


Alhamdulillah...., Now I can write this blog (dan keinginan dibaliknya)
Setelah saya menerima petunjuk untuk berhijab diatas rasanya nikmat sekali, tak putus rasa syukur saya kepada Allah karenanya, saya pun selalu ber Do'a " "Rabbanaa laa tuzigh quluubanaa ba'da idz hadaitanaa wahab lanaa min ladunka rahmatan innaka antal-wahhaab" Yang artinya ; " Ya Allah Tuhan Kami, Janganlah Engkau sesatkan kami sesudah (kami) mendapat petunjuk, berilah kami karunia, Engkaulah Yang Maha Pemurah." Namun rupanya Allah Sang Maha Pengasih, Yang Maha Luas dengan anugerah-Nya  benar-benar Memberi melampaui batas harapan pengharap-Nya, Ia kembali menggerakan Kuasa-Nya membuat saya yang selama ini memendam keinginan untuk membuat tulisan islami secara sederhana, semampu saya, namun belum terlaksana, karena ke malasan saya, jatuh sakit! Sakit saya menyebabkan saya ber-nazar, apabila sakit tidak separah yg diperkirakan dan sembuh saya akan membuat blog ini, dan itulah Bam yang kedua! Alhamdulillah sakit saya tidak 'separah itu' dan hanya perlu istirahat, dan masa istirahat saya gunakan untuk menulis blog ini dimulai dari hari terakhir di tahun 2012. Blog ini saya tulis dengan semangat setelah bermuhasabah terhadap diri saya, yaitu untuk mengisi lembaran hidup saya dengan hal yang bermakna dan insyaAllah berguna bagi orang lain dan dapat menjadi saldo 'ilmu yang bermanfaat' di yaumul Nisab nanti bagi saya. Amin YRA

BUMI BER-PELANGI
Nama bagi saya sangat penting, karena menggambarkan "karakter" sang penulis dan tulisan nya. selama 3 hari nama blog ini adalah dakuterusbelajar, namun saya tidak puas dengan nama itu, mengganjal rasanya di hati ini, dan ketika pagi tadi saya berjemur matahari sambil mensyukuri ni'mat Allah yang tak ada habisnya ini, yaitu alam, saya tersadar nama blog saya haruslah menggambarkan kenikmatan Allah yang tiada tara nya ini. Dan seketika saya mendapat inspirasi nama Bumi Berpelangi, dimana Bumi menggambarkan seluruh ni'mat yang diberikan Allah kepada kita di Dunia ini, dan Pelangi menggambarkan aneka warna dan keanekaragaman yang terdapat di bumi ini, dimana semuanya itu sangatindah dan harus di syukuri. begitulah kira-kira filosofi dibalik nama Bumi Berpelangi.

Saya senantiasa berdoa kepada Allah, semoga Ia selalu Melimpahkan Hidayah dan Rahmat-Nya kepada junjungan kita Rasulullah SAW, kepada saya, keluarga saya dan kita semua. Semoga saya juga diberikan kekuatan dan semangat untuk dapat terus berkarya dan menulis di blog ini, semampu saya.
Saya amat berharap semua keluarga, teman dan para pembaca blog ini juga dapat menyemangati saya dan juga memperoleh sesuatu yang posituv dari blog ini.

Terimakasih ya untuk yang sudah mau membaca blog saya ini...!   

Tuesday, January 1, 2013

Ingat! Sesungguhnya Orang Beriman Bersaudara

 KITA SEMUA BERSAUDARA
Aku bahagia menjadi seorang Muslim, karena artinya aku tak akan sebatang kara
Karena Rabb ku bersabda " Sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara"
Jadi kau, kau, dan kau...orang beriman di dunia, kuucapkan salam untukmu saudaraku. 
 Mari satukan hati dalam jalinan ukhuwah, saling mengingatkan, saling menasehati, dan saling menguatkan.
Lembutkan hati kita agar selalu peka dengan keadaan saudara-saudara kita..... 
Mari bergandeng tangan dan menyerukan Takbir bersama
Jangan lagi terpecah pecah jangan lagi terkotak-kotak
Karena saudaraku...sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara 

Judul tulisan dan Puisi diatas saya buat karena kinginan dan harapan saya yang tinggi, bahwa sekiranya Umat Islam, yang sekarang banyak terkotak-kotak, kembali ber- Bhineka Tunggal Ika, karena walaupun banyak mashaf dan juga aliran yang kita kenal, namum sesungguhnya akar akidah kita selalu satu, Tuhan kita satu Allah SWT, Rasul kita Muhammad SAW, Kitab kita Al-Qur'an, Sholat kita 5 kali sehari, selagi pokok-pokok islam tersebut sama, maka kita bersaudara. Allah berfirman dengan jelas dalam QS. Al-Hujaraat [49]: 10


 
Artinya : "Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat".
Nah kalau Allah SWT saja memerintahkan kita untuk berdamai (memperbaiki hubungan) dengan sesama muslim yang lain, amat tidak pantas kalau kita malah memisah-misahkan diri, apalagi kalau kita sampai saling tuduh menuduh bahwa yang aliran satu benar dan yang lain sesat, sesungguhnya karena hasutan syaitan lah kita dapat terperosok dan terpecah belah. Harus kita sadari bersama bahwa Perpecahan adalah musuh utama yang menghancurkan eksistensi umat Islam.

Fenomena yang terjadi saat ini yang muncul dimasyarakat Islam adalah banyak yang saling membanggakan  golongan dan kelompok sendiri, merasa yang paling baik merasa yang paling benar dan menyatakan glongan yang lain sebagai sesat. Padahal yang seharusnya ideal adalah kita sesama muslim bergandeng tangan diatas jalan Allah untuk menegakkan masyarakat Islam yang solid, untuk saling mengingatkan, saling nasehat-menasehati jika ada saudaranya yang salah, tentunya menasehati dengan kelembutan seperti yang diajarka oleh Rasulullah.Bukan justru sebaliknya saling mengumpat dan saling mencaci. Maka tidak salah jika saat ini muslim hanya seperti buih dilautan makin banyak secara kwantitas tapi menurun secara kualitas.
Sadarkah saudaraku jika sikap saling bermusuhan sesama saudara semuslim justru akan menggerogoti Islam dari dalam? Allah SWT telah mengkaitkan perpecahan dengan syirik seperti dalam firman-Nya dalam QS. Ar-Ruum [30] : 31-32 yang artinya : 
"dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah. yaitu orang-orang yang memecah-belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka." 
dan  Ditegaskan agi oleh Allah dalam QS. Ali-Imran [3]: 105 yang artinya :
"Janganlah kamu menjadi serupa dengan orang-orang yang berkelompok-kelompok dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat".
Jelas sekali dari kedua ayat diatas, islam sangat tidak senang dan mengutuk perpecahan, berselisih paham, bahkan perpecahan diumpamakan sama seperti syirik, sebuah dosa (utama) yang sangat berat, karena jelas sekali dengan adanya perpecahan seperti yang banyak terjadi sekarang ini, terkaburlah atau bahkan tertutuplah citra Islam sebagai Rahmatan Lil Alamin, bahkan banyak yang menganggap Islam sebagai agama yang keras, radikal dan identik dengan kekerasan. Padahal Islam seharusnya solid dan menyatu seperti zaman Rasulullah dan Khalifatur Rasyidin, itulah yang membawa Islam menjadi agama besar, dan mendunia. 
Allah juga menegaskan dalam  QS. Al-An’am [6]: 159
 “Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agama-Nya dan mereka menjadi bergolongan, tidak ada sedikitpun tanggung jawabmu (Muhammad) kepada mereka. Sesungguhnya urusan mereka hanyalah terserah kepada Allah, kemudian Allah akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat.” 
Perpecahan dan perselisihan adalah  dekat dengan kekufuran seperti Sabda Rasulullah “Jangan sepeninggalanku kalian menjadi kafir, dimana sebagian kamu membunuh sebagian lain (HR Bukhari & HR Muslim), Tapi sebaliknya Persatuan dan persaudaraan adalah dekat dengan iman seperti sabda Rasulullah “Dan kamu tidak akan beriman sehingga kamu saling mengasihi” (HR Muslim)


Patut kita renungkan, apa yang sebenarnya dipermasalahkan diantara satu kelompok muslim dengan muslim  lainnya sehingga kita jadi terpecah belah? Biasanya hanyalah perbedaan tata cara, istilah,  ataupun penafsiran atas sebuah perkara, namun menurut saya apabila kita hayati, ternyata akar dari semua aliran Islam yang tersebar ini adalah satu, selama akidah kita menyatakan bahwa Tuhan kita satu yaitu Allah SWT, Rasul kita Muhammad SAW, Kitab kita Al-Qur'an dan sebagainya seperti sudah saya jabarkan diatas, berarti kita sama-sama Muslim. Yang cukup saya sesalkan adalah, kenapa perbedaan tata cara dan penafsiran tidak kita sikapi dengan positiv, bukankah ajaran Islam justru diturunkan Allah untuk mempersatukan umat-Nya? Bukankahkah Islam yang mengajarkan persaudaraan dan persamaan derajat? bukankah Islam terkenal dengan ajarannya yang lembut, berperikemanusiaan, saling mengasihi antar sesama (QS. al-Fath [48]: 29), mengedepankan rasa keamanan (QS. al-An'am [6]: 82) bukan hanya bagi pemeluk agama nya saja, bahkan juga menjamin kebebasan dan keamanan bagi pemeluk agama lain (QS. al-Baqarah [2]: 256 dan QS. at-Taubah [9]: 6). Kalau kepada pemeluk agama lain saja kita diperintah untuk memberi kebebasan dan mengasihi, apalagi kepada saudara kita sendiri sesama umat muslim. Bukankah Islam dapat menampung dan menaungi berbagai pendapat? Bukankah Islam yang mengajarkan bahwa tidak sempurna iman seorang muslim hingga kita mencintai untuk saudaranya segala apa yang ia cintai untuk dirinya sendir berupa kebaikan (HR. al-Buhari dan Muslim) ?
Mungkin saja kita selama ini belum memahami betul karakteristik ajaran Islam yang sesungguhnya sangat indah dan universal, sehingga (hanya karena) keragaman tata cara dan pemahaman dan juga penafsiran Al-Qur'an dan Sunnah dapat memecah belah kita. 

Jadi saudara-saudaraku, ayo kita bergandeng tangan, jangan lagi berselisih paham terhadap urusan yang hanya Allah yang dapat menilai-nya, karena saya sangat yakin, agama islam dapat menampung berbagai pendapat, dan yang dapat menilai dengan adil mana yang paling benar atau yang kurang benar hanyalah sang Maha Adil, jadi janganlah kita seakan ingin "berlomba" dengan Tuhan dan menentukan bahwa (cara atau kelompok) kita lah yang paling benar dan (cara atau kelompok)yang lain salah dan sesat, sekali kali jangan! Takutlah atas peringatan Allah, bahwa orang yang memecah belah agama Islam ini adalah orang yang mempersekutukan Allah.  Ingatlah firman Allah yang sangat indah ini " Allah mengajak seluruh makhluk kepada kedamaian dan keamanan" (QS> Yunus [10]: 25)  

Wa Allah A'lam 

 

Puisi Muhasabah

Menghitung aku menghitung
Menghitung satu persatu
Termenung menghimbau masa lalu
Aku berusaha hitung modalku
Untuk perjalanan ku nanti kembali ke Rabb-ku
Kiranya banyak kah saldo kebaikanku
atau malah defisit dan berat ke kiri timbanganku

Kulihat ternyata banyak sekali lalai ku
Saking banyaknya, tak lagi dapat lagi ditimbang,
aih...jelas sekali aku ini manusia yang penuh cela
apakah mungkin selama ini aku buta?
Bagaimana ini? Aku mau kembali ke Rabb-ku dengan bahagia
Sekelompok dengan orang-orang yang menerima berita gembira

Ah....aku tau....apa kamu tau?
Rabb ku itu Al Ghofur Al Akram...
Dia lah Allah yang Maha Pemaaf, Maha Pemurah
Dia yang tidak pernah mengabaikan siapapun yang berlindung kepada-Nya
Akupun bersujud dihadapan-Nya seraya berdo'a
"Ya Allah yang maha mendengar do'a hamba-Nya
Ampunilah aku yang masih saja buta walau dalam cahaya.
Yang masih tersungkur walau sudah di jalan yang rata.
Ampunilah aku yang bergelimang dosa, 
Berikanlah aku cahaya petunjuk-Mu, Tunjukkanlah aku jalan yang lurus.
Dan bimbinglah aku selalu Yaa Allah
Agar aku tak lagi tersesat setelah aku mendapat petunjuk
Ya Allah Hanya kepadamulah aku meminta pertolongan
Karuniakanlah aku indahnya cinta-Mu,
Agar kelak Kau izinkan ku untuk merasakan ni'mat surga-Mu
Amin Amin Yaa Rabbal Alamin".

It's 2013...Yuk Bermuhasabah !!!

Sebagai seorang Muslim tentunya tujuan hidup kita adalah Mendapat ni'mat dunia dan keselamatan akhirat (kehidupan yang kekal), keduanya kita sadari bersama hanya dapat dicapai apabila kita memperoleh cinta dan rahmat Allah, terutama keselamatan akhirat. Untuk memperoleh cinta dan rahmat Allah, tentulah kita juga harus mencintai Allah. Pertanyaannya adalah "Sudah kah kita mencintai Allah dan menunjukkan rasa cinta kita dalam keseharian hidup kita?"
Menurut tafsir Syekh Syihabuddin Mahmud bin Abdullah al-Husaini al-Alusi dalam kitabnya Ruhul Ma’ani : ” setiap perbuatan manusia yang telah dilakukan pada masa lalu, mencerminkan perbuatan dia untuk persiapan diakhirat kelak. Karena hidup didunia bagaikan satu hari dan keesokan harinya merupakan hari akherat, merugilah manusia yang tidak mengetahui tujuan utamanya”.

Makna Muhasabah
"Muhasabah" berasal dari kata "Hisab" yang berarti "Menghitung", sedang maknanya dapat dijabarkan sebagai: Menghitung kembali (mengevaluasi) setiap perbuatan kita di masa lampau apa-apa saja perintah Allah yang sudah kita lakukan, apa yang belum kita lakukan, ataukah mungkin saja ada larangan Allah yang kta langgar , selanjutnya setelah menghitung hal-hal diatas, kita juga beristighfar, bertaubat dan melakukan persiapan untuk menggapai masa depan yang lebih baik, atau apabila disederhanakan sebagai "Intropeksi Diri".
Dalam firmannya surat al-Hasyr [59] : 18, Allah berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
“Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kamu sekalian kepada Allah, dan hendaklah setiap diri, mengevaluasi kembali apa yang telah dilakukan untuk menata hari esok. Dan bertakwalah kamu sekalian kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kalian kerjakan”.

Sahabat Nabi Amirul Mukminin Umar bin Khottob juga berpesan : ” حاسبوا أنفسكم قبل أن تحاسبوا “
” Evaluasilah (Hisablah) dirimu sebelum kalian dihisab dihadapan Allah kelak”
Pentingnya setiap individu menghisab dirinya sendiri untuk selalu mengintrospeksi dirinya sendiri sebagai seorang hamba Allah Swt, karena kelak di Akhirat, segala sesuatu akan dimintai pertanggung jawabannya.

Yuk! Mulai Bermuhasabah
Pertama-tama kita hitung umur kita, sudah berapa lama kita hidup di bumi Allah? apa yang sudah kita lakukan dengan diri kita selama ini? lebih banyak kebaikan (manfaat) atau keburukan (mudharat) ? kemudian tanyalah kepada diri sendiri kira-kira berapa lama lagikah umur kita di dunia ini? apabila umur rata-rata orang Indonesia adalah 65th, maka andaikanlah saja kita hidup sampai umur 65th, maka berapa lama lagi kita hidup? Mau kita apakan sisa hidup kita?
Kalau tujuan hidup kita seperti yang diutarakan diatas mendapat ni'mat dunia dan keselamatan akhirat, maka untuk mencapai tujuan tersebut "timbangan" kita harus lebih berat ke-kanan, yaitu lebih banyak amal baik dan manfaat. Kalau dari muhasabah sekiranya kita masih beda tipis antara timbangan kanan dan kiri, kita harus mulai bekerja lebih keras mengisi timbangan kanan (kebaikan)kita,

A. Muhasabah Terhadap Perintah-Perintah Allah yang Wajib dahulu kemudian yang Sunah
1. Sholat :  - Sholatkah kita ? atau tidak?
                 - Berapa kali sholat? Berapa kali tidak (meninggalkan) sholat karena lalai dsb?
                 - Tepat waktu tidak? ataukah suka terlambat, diakhir waktu?
                 - Khusyu' atau tidak?
                 - Ikhlas (Lillahi Ta'Ala) tidak sholat nya?
2. Puasa :   - Puasa atau tidak?
                 - Bolong-bolong tidak puasanya?
                 - Kalau ada yg bolong, sudah kita qadha belum  puasa kita?
                 - Puasa saya ada implikasi positiv nya tidakbagi diri kita?
3. Zakat kita, Haji kita, semua perintah Wajib dari Allah kita muhasabah satu persatu.
4. Kemudian Muhasabah dari sudah atau belum nya kita melaksanakan Sunah-Nya?

B. Muhasabah Terhadap Larangan-larangan Allah
Renungkan....berapa banyak dan apa saja larangan-larangan Allah yang tetap kita lakukan karena syahwat/nafsu dunia? Banyak kah? Apakah kita sudah men-Esa kan Allah ataukah kita masih suka percaya bahwa ada selain Allah yang dapat menolong kita alias syirik, seperti dukun atau paranormal dan peramal? Apa kita sudah jujur atau masih suka berbohong? Apa kita makan harta halal atau kita makan hasil korupsi? Apa kita sudah menjaga kesucian diri sebelum menikah ataukah kita dengan santai berpacaran dan menyerempet zina? dan lain sebagainya.

C. Muhasabah Terhadap Perilaku-Prilaku Kita
Hitung lah, lebih berat (banyak) prilaku kita selama ini yang manfaat atau yang mudharat? Apakah kita sudah menghayati Asmaul Husna dan meneladani nya? Apakah kita bermanfaat bagi selain kita atau belum bermanfaat atau audzubillah malah mencelakakan selain kita? Apakah kita dapat memberikan ketenangan dan rasa senang dihati sesama atau malah meresahkan? Apakah kita senang memuji atau malah menghardik dan bergosip? dan lain sebagainya

D. Muhasabah Terhadap Anggota Tubuh Kita
Hisablah anggota tubuh kita sekarang, karena ketika kita di hisab oleh Allah, anggota-anggota tubuh kita tersebutlah yang akan menjadi saksi di hadapan Allah, atas semua perbuatan yang pernah kita lakukan, walaupun hanya sebesar biji zarah.
1. Mata Kita  : - Dipakai apa saja selama ini?
                      - Lebih banyak Baca Al Qur'an dan belajar atau nonton tv, serial korea misalnya?
                      - Memandang yang halal berapa lama? (suami /istri) atau lebih sering memandang yang                           tidak halal (subhat)?
2. Kaki Kita  : - Berapa kali ke masjid untuk sholat berjamaah? berapa kali ke mall?
                      - Berapa kali ke pengajian atau menuntut ilmu? berapa sering dipakai shopping?
3. Lisan Kita : - Berapa sering di gunakan untuk melafalkan ayat-ayat Al-Qur'an? atau lebih suka                            karaoke atau malah gibah?
                      - Berapa sering untuk memuji atau malah justru memaki dan marah-marah?
4. Tangan Kita: - Kita gunakan untuk menulis yang berguna atau menolong sesama  atau mencuri?
5. Otak Kita :  - Kita buat mencari ilmu yang bermanfaat atau malah di gunakan untuk bertipu muslihat?
dan lain sebagainya.

E. Muhasabah Terhadap Semua (Harta Benda) Yang Kita Miliki
Kita sebagai muslim haruslah tau dan senaniasa menyadari bahwasannya "Pada Hakikatnya Semua Seisi Dunia Ini MILIK ALLAH", semua yang kita miliki, seperti keluarga, anak, harta, dan sebagainya semuanya milik Allah, kita hanya di titipi-Nya. Maka nantinya ketika di nisab oleh Allah SWT, pastilah Allah juga akan meminta pertanggung jawaban kita atas apa-apa yang di titipkan-Nya kepada kita tersebut. oleh karenanya, sebelum kita di nisab di hari akhir, ada baiknya kita menisab diri kita sendiri agar kita bisa memperbaiki diri.
1. Anak Kita  : - Sudah kita didik apa anak kita? Aqidah Islam? ataukah cuma ilmu pasti?
                      - Bisakah anak kita membaca Al-Qur'an ataukah kita justru bangga dengan anak kita                                   yang fasih berbahasa inggris?
                      - Sudahkah anak kita kenalkan kepada Allah dengan sifat-sifat-Nya yang indah? atau                                  malah justru mereka lebih kenal dengan karakter kartun Disney ?
                      - Sudahkah anak kita ajarkan cerita-cerita tauladan Rasulullah dan para sahabatnya,                                     ataukah tokoh Avangers dan kawan-kawannya yang jadi idolanya?
2. Harta Kita : - Sudah kita gunakan untuk apa saja harta kita? Apakah kita hambur-hamburkan, ataukah                             berguna untuk menolong sesama?
                      - Sudahkah kita 'amal kan? Zakat kan? Infaq kan? Shodaqah kan?
                      - Rumah kita buat apa saja? Sholat berjamaah atau hanya kegiatan tak manfaat?
3. Ilmu Kita  : - Sudahkah kita menuntut ilmu?
                     - Apa ilmu kita bermanfaat untuk sesama atau tidak?
4. PekerjaanKita : Apa kita sudah bekerja dengan sepenuh hati? Korupsi waktu atau tidak? Bermanfaat                              tidak kerja kita bagi selain kita?
Dan lain sebagainya...

Kelima Muhasabah diatas tersebut sangatlah penting dan juga bermanfaat dilakukan oleh setiap orang. Tentunya hanya orang yang benar-benar percaya akan Hari Kemudian (Hari Akhir, Hari Kebangkitan dan juga Hari dimana kita di Nisab) yang akan merasakan urgensi (pentingnya) ber-muhasabah.
Dinyatakan dalam Al-Qur'an QS. An-Naba [78]: 17 s/d 40 tentang adanya ketetapan Allah yang pasti yaitu Hari Keputusan, itulah hari ketika sangsakala ditiup, lalu kita datang berkelompok-kelompok, dimana ada kelompok yang pada hidupnya melampaui batas, orang kafir, mereka itulah calon penghuni neraka, mereka ketika hidup di dunia, tidak percaya (tidak takut) kepada Hisab. Ketika hari Hisab nanti dimana manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya, maka orang kafir akan menyesal dan berkata:"Alangkah baiknya sekiranya dahulu aku adalah tanah" tapi penyesalan kemudian adalah percuma, di Yaumul Nisab, nasib kita ditentukan oleh amal perbuatan kita sendiri, tidak ada seorangpun yang dapat mencampuri hasilnya dan hanya Syafaat dan cinta Allah lah yang dapat menyelamatkan kita dari siksa neraka. Maka sebelum kita di Nisab oleh Allah, Nisablah diri sendiri, dan segeralah ber-taubat serta memperbaiki diri.

TAUBAT, ISTIGHFAR dan MEMPERBAIKI DIRI
Muhasabah tidak akan berhasil (tidak membawa implikasi positif dalam diri kita) apabila tidak disertai usaha untuk Membersihkan diri dari lembaran hidup lama yang kotor dan membuka lembaran baru yang putih bersih dengan semangat untuk mengisi lembaran baru tersebut dengan Amalan Sholihan. Bagaimana kita dapat membersihkan diri dari kotornya hidup kita selama ini? Taubat lah jawabannya, ingatlah selalu bahwa Allah al-Ghofur ar-Rahim, mintalah ampun kepadanya, bukankah Allah bersabda dalam QS. At-Tahriim [66]: 8 " Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai...." , Tentu saja taubat juga harus dijaga, bagaimana menjaga nya (taubat)? Allah juga sudah mengajarkan cara menjaga taubat kita dalam QS. Al-Furqaan [25]: 71 "Dan orang-orang yang bertaubat dan mengerjakan amal saleh, maka sesungguhnya dia bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya".

Kesimpulan dari tulisan saya diatas adalah: Untuk mempersiapkan diri kita agar pada yaumul nisab kita dikumpulkan bersama orang-orang yang beruntung, para ahli surga adalah dengan memastikan dan berusaha terus agar kita termasuk orang yang bertaqwa, terus berusaha untuk menambah saldo amalan sholihan kita, berlomba-lomba dalam berbuat kebaikan, karena "sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertaqwa dan orang orang yang berbuat kebaikan" (QS. An-Nahl [16]: 128). Selain itu ber-Taubatlah kepada Allah dengan sebenar-benar nya Taubat, berjanjilah bahwa kita tidak akan mengulangi dosa-dosa yang dulu kita lakukan dan Kerjakanlah Amal Saleh, perbanyaklah sodaqoh dan silaturahim. Demikian.

Wa Allah A'lam