Jakarta akhir-akhir in terus menerus dipenuhi dengan berita kebanjiran dimana-mana, Banyak rumah warga jakarta yang terendam banjir sampai atap, dan mereka terpaksa mengungsi dan tinggal di penampungan. Inilah saat bagi kita utuk mengulurkan tangan bagi saudara-saudara kita yang tertimpa bencana tersebut.
Islam selalu mengajarkan Umat nya untuk saling menyayangi dan saling tolong-menolong dengan sesamanya, dan salah satu cara Dahsyat untuk menolong sesama yang diajarkan oleh Islam adalah dengan SHODAQOH, demikian penuturannya...
Bersedekah sangat dianjurkan dalam Islam. Bersedekah itu sangatlah dahsyat, karena selain memiliki aspek ritual, sedekah juga memiliki makna sosial yang sangat tinngi nilainya. Dengan sedekah kita dapat menolong dan meringankan beban orang yang hidupnya sedang dalam kesulitan, atau bahkan kekurangan dan kemiskinan. Dengan sedekah kita dapat menjain ikatan kasih sayang antara saudara dan sesama manusia. Dengan sedekah kita dapat mengurangi kecemburuan sosial yang marak terjadi di sekeliling kita.
Allah Al-Karim, Yang Maha Pemurah, selalu menuntun hamba-Nya agar peduli dan berbagi dengan sesama, dan menafkahkan sebagian rizki untuk saudaranya,sudah sepatutnya kita meneladani sifat Al-Karim dengan berbagi. Seperti yang dinyatakan-Nya dalam QS Al Hadid [57]: 7
Berimanlah
kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang
Allah telah menjadikan kamu menguasainya. Maka orang-orang yang beriman
di antara kamu dan menafkahkan (sebagian) dari hartanya memperoleh pahala yang
besar".
Dinyatakan pula dalam Q.S. Al-Munafiqun [63]: 10 sebagai berikut:
Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum
datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata, Ya
Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang
dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang
shaleh?".
dan dalam QS. Al-Baqarah [2]: 254 Allah telah pula memberi peringatan kepada kita sebagai berikut:
Hai orang-orang yang beriman, belanjakanlah (di jalan Allah) sebagian
dari rezki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari yang
pada hari itu tidak ada lagi jual beli dan tidak ada lagi syafa'at. Dan
orang-orang kafir itulah orang-orang yang zalim.
Dalam ayat lain Allah juga menekankan betapa mulianya nilai dari sedekah,bahkan dikatakan "Kamu sekalian tidak akan memperoleh
kebaikan (pahala), kecuali menafkahkan (memberikan) apa yang kalian cintai"
(Q. S. Ali Imran (3): 92)
Dalam sebuah Hadist Shahih dari Abu Hurairah rodhiallohu ‘anhu
dia berkata: Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Setiap ruas
tulang manusia harus disedekahi setiap hari selagi matahari masih terbit.
Mendamaikan dua orang (yang berselisih) adalah sedekah, menolong orang hingga
ia dapat naik kendaraan atau mengangkatkan barang bawaan ke atas kendaraannya
merupakan sedekah, kata-kata yang baik adalah sedekah, setiap langkah kaki yang
engkau ayunkan menuju ke masjid adalah sedekah dan menyingkirkan aral
(rintangan, ranting, paku, kayu, atau sesuatu yang mengganggu) dari jalan juga
merupakan sedekah.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Sudah jelas sekali paparan ayat-ayat Al-Qur'an diatas tentang keutamaan dan keharusan kita untuk bersedekah, namun bukan hanya itu, sedekah itu mempunyai KEDAHSYATAN yang amat sangat, bersedekah adalah Berniaga/ berdagang dengan Allah, dimana Allah yang Maha Kaya, Maha Berterimakasih sudah berjanji dalam Al Qur’an surat Al Baqarah [2] : 245 bahwa:
Barangsiapa yang mau memberi pinjaman kepada Allah,
pinjaman yang baik, maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya
dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan
(rezki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan. Itulah janji Allah, dan Allah Selalu Menepati Janji-Nya. Kedahsyatan sedekah juga terangkum dengan apik dalam kalam Ilahi QS. Al Baqarah [2]: 261-262:
Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh)
orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa
dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir
seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia
kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karuni-Nya) lagi Maha Mengetahui.
Dalam QS. Al Hadiid [57]: 11 dikatakan: “Siapakah yang mau
memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik, maka Allah akan
melipat gandakan (balasan) pinjaman itu untuknya dan akan memperoleh
pahala yang banyak.”. Sedangkan dalam Al Hadiid ayat 18 dikatakan: “Sesungguhnya
orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan
meminjamkan kepada Allah, pinjaman yang baik, niscaya akan
dilipatgandakan (pembayarannya) kepada mereka dan bagi mereka pahala
yang banyak.” Dalam surat Al Lail ayat 17-18 : Dan kelak akan
dijauhkan orang yang paling takwa dari neraka itu. (yaitu) yang
menafkahkan hartanya (di jalan Allah) untuk membersihkannya.
Subhanallah! Betapa dahsyat kekuatan Infaq dan Shadaqoh itu, amat merugi lah orang-orang yang tidak mengerjakannya.
Sebaga penutup saya ingin mengajak pembaca untuk memandang harta seperti pandangan junjungan kita Nabi Muhammad s.a.w. dalam memandang harta, yaitu Rasulullah selalu berpedoman bahwa pada
hakikatnya, harta adalah milik Allah dan manusia diberi kuasa (amanah)
untuk mengelolanya dengan baik. Manusia tidak mempunyai kekuasaan mutlak
terhadap harta dan harus menafkahkan sebagian hartanya sesuai syariah
Allah, seperti dalam Al Qur’an surat Al Hadiid [57] : 5 – 7:
Kepunyaan-Nya-lah
kerajaan langit dan bumi. Dan kepada Allah-lah dikembalikan segala
urusan. Dialah yang memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang
ke dalam malam. Dan Dia Maha Mengetahui segala isi hati. Berimanlah
kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu
yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya. Maka orang-orang yang
beriman di antara kamu dan menafkahkan sebagian dari hartanya adalah
orang-orang yang beriman.
Maka Saudaraku, kelolalah Harta yang Allah itipkan kepadamu dengan baik, bersedekahlah segera, niscaya Allah pasti akan melipat gandakan hartamu untuk mu.
Wa Allah A'lam
Thursday, January 17, 2013
Saturday, January 12, 2013
Monday, January 7, 2013
Dunia (dan) Akhirat, Kamu pilih yang mana? Ayo kita capai KEDUANYA!!!
Dunia (dan) Akhirat, Kamu pilih yang mana?
QS. Al- Isra [17]: 18 -21
"Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang kami kehendaki bagi orang yang kami kehendaki dan Kami sediakan baginya (di akhirat) neraka jahannam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir". (18)
"Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mu'min, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalasi dengan baik". (19)
"Kepada masing-masing golongan baik golongan ini maupun golongan itu Kami berikan bantuan dari kemurahan Tuhanmu. Dan kemurahan Tuhanmu tidak dapat dihalangi" (20)
"Perhatikanlah bagaimana Kami lebihkan sebagian dari mereka atas sebagian (yang lain). Dan pasti kehidupan akhirat lebih tinggi tingkatnya dan lebih besar keutamaannya". (21)
Dalam surah Al-Isra diatas dinyatakan bahwa manusia adalah makhluk yang merdeka,bebas menentukan pilihan, terutama kebebasan manusia untuk menentukan tujuan hidupnya, apakah tujuan hidup kita hanya untuk kesenangan dunia saja ataukah tujuan hidup kita untuk menuju kenikmatan akhirat? Dalam surah Al-Isra diatas juga dijabarkan juga sifat Allah Ar-Rahman, bahwa dia Maha Pengasih-Maha Pemurah, dimana Dia akan memberi kepada semua mahluk-Nya, walau kepada yang tidak beriman sekalipun, dan Allah juga memberi seperti apa yang 'di idamkan' hamba-Nya. Namun juga disebutkan bahwa ada dua pilihan bagi kita, yaitu (yang menghendaki) kehidupan Duniawi atau (yang menghendaki) kehidupan Akhirat. Dimana ditegaskan pada ayat ke 21 diatas, bahwasannya kehidupan akhirat lebih tinggi tingkatnya dan lebih besar keutamaannya,dan juga adanya peringatan Allah pada ayat ke 18 diatas, bahwa bagi yang hanya menginginkan kehidupan duniawi (saja), maka Allah akan memberinya kenikmatan Dunia (yang fana ini) namun di akhirat nanti merugilah orang-orang tersebut, dan hanya neraka jahanam lah tempat kembali mereka, naudzubillah.
Ayat diatas benar-benar menggambarkan Islam sebagai agama yang sesuai dengan fitrah manusia, manusia telah diberikan oleh Allah akal, dengan akal nya manusia dapat berfikir mana yang baik dan tidak, manusia juga dapat berfikir bagaimana survive di dunia ini, dan dengan akalnya manusia diberi kebebasan memilih tujuan hidup nya. Namun Allah tidak 'membiarkan' kita jalan tanpa arah, Ia senantiasa membimbing 'arah' manusia dengan pelajaran, petunjuk dan juga rahmat-Nya (QS. Yunus [10]: 57). Tinggal kita sendirilah yang menentukan, mau atau tidak mengambil pelajaran dan petunjuk yang sangat berharga dari Allah tersebut, agar kita tidak sesat arah, agar kita di tunjukkan jalan yang lurus oleh-Nya....!
Kita harus ingat, bahwa sekiranya Allah menghendaki, niscaya kita dijadikan-Nya sebagai satu umat (saja), namun Allah hendak menguji kita terhadap pemberian-Nya agar kita berlomba-lomba berbuat kebajikan (QS. Al-Maidah [5]: 48).Itulah harusnya tujuan hidup kita di dunia ini, berlomba-lomba dalam berbuat kebajikan, demi mendapat kemuliaan di akhirat nanti, agar mendapat Ridha Allah dan memperoleh tempat di Surga-Nya kelak.
Ayo kita capai KEDUANYA! InsyaAllah BISA !!!
Kenapa dalam judul diatas tidak saya buat sebagai "Dunia atau Akhirat?" tapi menggunakan kata sambung "dan"? Karena agama islam selalu menuntun umatnya agar menjadi ummatan wasathan, ditengah-tengah, seimbang antara Dunia dan Akhirat, ketika pandangannya mengarah ke langit, kakinya harus tetap menapak di bumi, manusia tidak boleh tenggelam dalam materialisme (kehidupan duniawi saja), tidak juga membumbung tinggi dalam spiritualisme (saja). Islam mengajar umatnya agar meraih materi duniawi, tetapi dengan nilai-nilai samawi. Keseimbangan seperti yang saya sebutkan diatas, insyaAllah bisa kita capai apabila kita memahami betul fitrah manusia dan tujuan hidup kita (yang ideal) di dunia ini seperti yang saya sebutkan diatas "berlomba-lomba dalam berbuat kebajikan, demi mendapat kemuliaan di akhirat nanti, agar mendapat Ridha Allah dan memperoleh tempat di Surga-Nya kelak".
Adapun tujuan hidup yang dinyatakan dalam surah Al-Isra, dibedakan menjadi dua, apakah tujuan hidup kita hanya untuk kesenangan dunia saja ataukah tujuan hidup kita untuk menuju kenikmatan akhirat? Kita harus yakin benar bahwa kehidupan akhirat itu lebih utama, lebih tinggi tingkatannya, dan kekal selamanya, tidak hanya semetara sepeti di Dunia ini. Saya juga yakin bahwa dengan mengutamakan tujuan akhirat, niscaya kehidupan duniawi kita akan lebih baik, terutama dari sisi kualitas hidup nya.
Dunia kita ini adalah media bagi kita untuk berlomba-lomba dalam (idealnya) berbuat kebajikan, dimana semua yang kita lakukan dan usahakan di dunia ini, (idealnya) hanyalah semata-mata karena ingin mencapai tujuan kita- yaitu dunia Akhirat yang baik, tentunya dengan diperolehnya Ridha Allah swt. Saya berkali kali menuliskan kata 'idealnya' dalam kurung karena saya menyadari bahwa kita ini manusia yang penuh kekurangan, walau kita tau mana yang ideal dan mana yang tidak, namun jauh lebih mudah mengatakannya dan menuliskannya daripada menjalaninya, namun paling tidak kita jangan bosan untuk mengatakannya, jangan letih untuk menuliskannya, dan insyaAllah, dengan akal dan kemauan yang kokoh, kita dapat pula menjalaninya atau mengamalkannya. jadi ayo saudaraku, sama sama kita jalani hidup di dunia yang bermanfaat, saling berlomba dalam melakukan kebaikan, saling menolong dan mengingatkan, saling kasih dan mengasihi dan yang terpenting menapaklah di bumi Allah dengan pandangan yang mengarah ke langit (penuh Taqwa), jangan kita terlena dengan kehidupa duniawi belaka, karena saudaraku...,peringatan Allah sangatlah jelas, apabila kita hanya memikirkan dunia saja, kita akan tercela dan terusir di ahirat nanti nya.
Wa Allah A'lam
QS. Al- Isra [17]: 18 -21
"Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang kami kehendaki bagi orang yang kami kehendaki dan Kami sediakan baginya (di akhirat) neraka jahannam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir". (18)
"Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mu'min, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalasi dengan baik". (19)
"Kepada masing-masing golongan baik golongan ini maupun golongan itu Kami berikan bantuan dari kemurahan Tuhanmu. Dan kemurahan Tuhanmu tidak dapat dihalangi" (20)
"Perhatikanlah bagaimana Kami lebihkan sebagian dari mereka atas sebagian (yang lain). Dan pasti kehidupan akhirat lebih tinggi tingkatnya dan lebih besar keutamaannya". (21)
Dalam surah Al-Isra diatas dinyatakan bahwa manusia adalah makhluk yang merdeka,bebas menentukan pilihan, terutama kebebasan manusia untuk menentukan tujuan hidupnya, apakah tujuan hidup kita hanya untuk kesenangan dunia saja ataukah tujuan hidup kita untuk menuju kenikmatan akhirat? Dalam surah Al-Isra diatas juga dijabarkan juga sifat Allah Ar-Rahman, bahwa dia Maha Pengasih-Maha Pemurah, dimana Dia akan memberi kepada semua mahluk-Nya, walau kepada yang tidak beriman sekalipun, dan Allah juga memberi seperti apa yang 'di idamkan' hamba-Nya. Namun juga disebutkan bahwa ada dua pilihan bagi kita, yaitu (yang menghendaki) kehidupan Duniawi atau (yang menghendaki) kehidupan Akhirat. Dimana ditegaskan pada ayat ke 21 diatas, bahwasannya kehidupan akhirat lebih tinggi tingkatnya dan lebih besar keutamaannya,dan juga adanya peringatan Allah pada ayat ke 18 diatas, bahwa bagi yang hanya menginginkan kehidupan duniawi (saja), maka Allah akan memberinya kenikmatan Dunia (yang fana ini) namun di akhirat nanti merugilah orang-orang tersebut, dan hanya neraka jahanam lah tempat kembali mereka, naudzubillah.
Ayat diatas benar-benar menggambarkan Islam sebagai agama yang sesuai dengan fitrah manusia, manusia telah diberikan oleh Allah akal, dengan akal nya manusia dapat berfikir mana yang baik dan tidak, manusia juga dapat berfikir bagaimana survive di dunia ini, dan dengan akalnya manusia diberi kebebasan memilih tujuan hidup nya. Namun Allah tidak 'membiarkan' kita jalan tanpa arah, Ia senantiasa membimbing 'arah' manusia dengan pelajaran, petunjuk dan juga rahmat-Nya (QS. Yunus [10]: 57). Tinggal kita sendirilah yang menentukan, mau atau tidak mengambil pelajaran dan petunjuk yang sangat berharga dari Allah tersebut, agar kita tidak sesat arah, agar kita di tunjukkan jalan yang lurus oleh-Nya....!
Kita harus ingat, bahwa sekiranya Allah menghendaki, niscaya kita dijadikan-Nya sebagai satu umat (saja), namun Allah hendak menguji kita terhadap pemberian-Nya agar kita berlomba-lomba berbuat kebajikan (QS. Al-Maidah [5]: 48).Itulah harusnya tujuan hidup kita di dunia ini, berlomba-lomba dalam berbuat kebajikan, demi mendapat kemuliaan di akhirat nanti, agar mendapat Ridha Allah dan memperoleh tempat di Surga-Nya kelak.
Ayo kita capai KEDUANYA! InsyaAllah BISA !!!
Kenapa dalam judul diatas tidak saya buat sebagai "Dunia atau Akhirat?" tapi menggunakan kata sambung "dan"? Karena agama islam selalu menuntun umatnya agar menjadi ummatan wasathan, ditengah-tengah, seimbang antara Dunia dan Akhirat, ketika pandangannya mengarah ke langit, kakinya harus tetap menapak di bumi, manusia tidak boleh tenggelam dalam materialisme (kehidupan duniawi saja), tidak juga membumbung tinggi dalam spiritualisme (saja). Islam mengajar umatnya agar meraih materi duniawi, tetapi dengan nilai-nilai samawi. Keseimbangan seperti yang saya sebutkan diatas, insyaAllah bisa kita capai apabila kita memahami betul fitrah manusia dan tujuan hidup kita (yang ideal) di dunia ini seperti yang saya sebutkan diatas "berlomba-lomba dalam berbuat kebajikan, demi mendapat kemuliaan di akhirat nanti, agar mendapat Ridha Allah dan memperoleh tempat di Surga-Nya kelak".
Adapun tujuan hidup yang dinyatakan dalam surah Al-Isra, dibedakan menjadi dua, apakah tujuan hidup kita hanya untuk kesenangan dunia saja ataukah tujuan hidup kita untuk menuju kenikmatan akhirat? Kita harus yakin benar bahwa kehidupan akhirat itu lebih utama, lebih tinggi tingkatannya, dan kekal selamanya, tidak hanya semetara sepeti di Dunia ini. Saya juga yakin bahwa dengan mengutamakan tujuan akhirat, niscaya kehidupan duniawi kita akan lebih baik, terutama dari sisi kualitas hidup nya.
Dunia kita ini adalah media bagi kita untuk berlomba-lomba dalam (idealnya) berbuat kebajikan, dimana semua yang kita lakukan dan usahakan di dunia ini, (idealnya) hanyalah semata-mata karena ingin mencapai tujuan kita- yaitu dunia Akhirat yang baik, tentunya dengan diperolehnya Ridha Allah swt. Saya berkali kali menuliskan kata 'idealnya' dalam kurung karena saya menyadari bahwa kita ini manusia yang penuh kekurangan, walau kita tau mana yang ideal dan mana yang tidak, namun jauh lebih mudah mengatakannya dan menuliskannya daripada menjalaninya, namun paling tidak kita jangan bosan untuk mengatakannya, jangan letih untuk menuliskannya, dan insyaAllah, dengan akal dan kemauan yang kokoh, kita dapat pula menjalaninya atau mengamalkannya. jadi ayo saudaraku, sama sama kita jalani hidup di dunia yang bermanfaat, saling berlomba dalam melakukan kebaikan, saling menolong dan mengingatkan, saling kasih dan mengasihi dan yang terpenting menapaklah di bumi Allah dengan pandangan yang mengarah ke langit (penuh Taqwa), jangan kita terlena dengan kehidupa duniawi belaka, karena saudaraku...,peringatan Allah sangatlah jelas, apabila kita hanya memikirkan dunia saja, kita akan tercela dan terusir di ahirat nanti nya.
Wa Allah A'lam
Saturday, January 5, 2013
Thursday, January 3, 2013
The Answer of The Big Question "WHY?"
The Big Question : WHY? KENAPA?
Pertanyaan diatas paling sering saya terima akhir-akhir ini, mungkin karena beberapa keputusan "perubahan dalam diri saya" yang saya lakukan....misalnya saja "Pake jilbab nih sekarang? Kenapa?" "Buat blog baru ya? berat amat isi nya, kenapa?" "Kenapa blog lu namanya bumiberpelangi? kok gak islami juga namanya? . Saya akan coba jawab disini satu persatu walau dengan sederhana.
Alhamdulillah...., Now I'm a Hijabers!
Keputusan berhijab ini datang benar-benar dari dalam diri saya sendiri, saya berbintang Aries, dimana saya selalu "kutau yang kumau" dan biasanya akan mengejar apa yang saya mau, sifat itu membawa saya selalu menjadi pribadi yang alhamdulillah percaya diri dan tidak gampang terbawa arus negativ, walau pergaulan saya dengan berbagai macam karakter teman, mulai dari 'anak masjid' sampai 'anak gaul jakarta'. Saya tidak menafikkan bahwa dulu saya juga sama seperti remaja lain banyak coba-coba dan juga senang dengan kehidupan gaul yang glamor, masa-masa indah yang saya pandang sebagai masa menempa diri dan memperkaya pengalaman, namun saya sebut (sambil berniat canda) sebagai "Masa Jahiliyah Ku".
Teman2 saya banyak juga yang terkejut ketika saya ber hijab, karena mereka mengenal saya dari masa jahiliyah saya itu, dimana pakaian saya biasanya .....ya gitu deh, kurang bahan, bahasa nya, yang jelas tidak tertutup walau tidak buka-buka an seperti banyak remaja jaman sekarang ini. Dahulu, saya selalu pd dan nyaman dengan pilihan cara berpakaian saya,namun tiba2, beberapa bulan yang lalu, saya ikut sebuah pengajian yang membahas tentang wanita, dimana dibahas dalam pengajian tersebut salah satunya adalah perintah mengenakan hijab bagi wanita dalam QS. Al-Ahzab [33]: 59 dan An-Nur [24]: 31, nah sejak saat itu saya yang biasanya ratu nya pd jadi merasa tidak pd dan mulai tidak nyaman dengan semua pakaian saya, dan hal ini sangat mengganggu karena bagi saya kenyamanan diri no1. Saya tidak tau kenapa, namun ketidak nyamanan itu berlangsung terus menerus selama satu bulan. Namun ke anehan yang terjadi itu berubah pada suatu hari ketika saya datang ke pengajian dan mengenakan busana muslim, walau belum berhijab, masih pakai kerudung saja. Tiba2 saja kenyamanan hinggap lagi dalam diri saya, walau belum sepenuhnya, saya pun penasaran dan mencoba besoknya untuk benar-benar berhijab dan BAM! This is it! Pd dan kenyamanan kembali dalam diri saya, dan sejak itu saya kembali "kutau yang kumau" saya tau pada hari itu, bahwa jiwa saya telah terpanggil, saya pun menangis terharu hari itu dan saya panjatkan do'a syukur kepada Allah yang masih mengasihi saya, sehingga Dia memberi saya petunjuk yang indah ini.
Allah bersabda dalam QS. Al-Qashash [28]: 56 " ...........Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk".
Alhamdulillah...., Now I can write this blog (dan keinginan dibaliknya)
Setelah saya menerima petunjuk untuk berhijab diatas rasanya nikmat sekali, tak putus rasa syukur saya kepada Allah karenanya, saya pun selalu ber Do'a " "Rabbanaa laa tuzigh quluubanaa ba'da idz hadaitanaa wahab lanaa min ladunka rahmatan innaka antal-wahhaab" Yang artinya ; " Ya Allah Tuhan Kami, Janganlah Engkau sesatkan kami sesudah (kami) mendapat petunjuk, berilah kami karunia, Engkaulah Yang Maha Pemurah." Namun rupanya Allah Sang Maha Pengasih, Yang Maha Luas dengan anugerah-Nya benar-benar Memberi melampaui batas harapan pengharap-Nya, Ia kembali menggerakan Kuasa-Nya membuat saya yang selama ini memendam keinginan untuk membuat tulisan islami secara sederhana, semampu saya, namun belum terlaksana, karena ke malasan saya, jatuh sakit! Sakit saya menyebabkan saya ber-nazar, apabila sakit tidak separah yg diperkirakan dan sembuh saya akan membuat blog ini, dan itulah Bam yang kedua! Alhamdulillah sakit saya tidak 'separah itu' dan hanya perlu istirahat, dan masa istirahat saya gunakan untuk menulis blog ini dimulai dari hari terakhir di tahun 2012. Blog ini saya tulis dengan semangat setelah bermuhasabah terhadap diri saya, yaitu untuk mengisi lembaran hidup saya dengan hal yang bermakna dan insyaAllah berguna bagi orang lain dan dapat menjadi saldo 'ilmu yang bermanfaat' di yaumul Nisab nanti bagi saya. Amin YRA
BUMI BER-PELANGI
Nama bagi saya sangat penting, karena menggambarkan "karakter" sang penulis dan tulisan nya. selama 3 hari nama blog ini adalah dakuterusbelajar, namun saya tidak puas dengan nama itu, mengganjal rasanya di hati ini, dan ketika pagi tadi saya berjemur matahari sambil mensyukuri ni'mat Allah yang tak ada habisnya ini, yaitu alam, saya tersadar nama blog saya haruslah menggambarkan kenikmatan Allah yang tiada tara nya ini. Dan seketika saya mendapat inspirasi nama Bumi Berpelangi, dimana Bumi menggambarkan seluruh ni'mat yang diberikan Allah kepada kita di Dunia ini, dan Pelangi menggambarkan aneka warna dan keanekaragaman yang terdapat di bumi ini, dimana semuanya itu sangatindah dan harus di syukuri. begitulah kira-kira filosofi dibalik nama Bumi Berpelangi.
Saya senantiasa berdoa kepada Allah, semoga Ia selalu Melimpahkan Hidayah dan Rahmat-Nya kepada junjungan kita Rasulullah SAW, kepada saya, keluarga saya dan kita semua. Semoga saya juga diberikan kekuatan dan semangat untuk dapat terus berkarya dan menulis di blog ini, semampu saya.
Saya amat berharap semua keluarga, teman dan para pembaca blog ini juga dapat menyemangati saya dan juga memperoleh sesuatu yang posituv dari blog ini.
Terimakasih ya untuk yang sudah mau membaca blog saya ini...!
Pertanyaan diatas paling sering saya terima akhir-akhir ini, mungkin karena beberapa keputusan "perubahan dalam diri saya" yang saya lakukan....misalnya saja "Pake jilbab nih sekarang? Kenapa?" "Buat blog baru ya? berat amat isi nya, kenapa?" "Kenapa blog lu namanya bumiberpelangi? kok gak islami juga namanya? . Saya akan coba jawab disini satu persatu walau dengan sederhana.
Alhamdulillah...., Now I'm a Hijabers!
Keputusan berhijab ini datang benar-benar dari dalam diri saya sendiri, saya berbintang Aries, dimana saya selalu "kutau yang kumau" dan biasanya akan mengejar apa yang saya mau, sifat itu membawa saya selalu menjadi pribadi yang alhamdulillah percaya diri dan tidak gampang terbawa arus negativ, walau pergaulan saya dengan berbagai macam karakter teman, mulai dari 'anak masjid' sampai 'anak gaul jakarta'. Saya tidak menafikkan bahwa dulu saya juga sama seperti remaja lain banyak coba-coba dan juga senang dengan kehidupan gaul yang glamor, masa-masa indah yang saya pandang sebagai masa menempa diri dan memperkaya pengalaman, namun saya sebut (sambil berniat canda) sebagai "Masa Jahiliyah Ku".
Teman2 saya banyak juga yang terkejut ketika saya ber hijab, karena mereka mengenal saya dari masa jahiliyah saya itu, dimana pakaian saya biasanya .....ya gitu deh, kurang bahan, bahasa nya, yang jelas tidak tertutup walau tidak buka-buka an seperti banyak remaja jaman sekarang ini. Dahulu, saya selalu pd dan nyaman dengan pilihan cara berpakaian saya,namun tiba2, beberapa bulan yang lalu, saya ikut sebuah pengajian yang membahas tentang wanita, dimana dibahas dalam pengajian tersebut salah satunya adalah perintah mengenakan hijab bagi wanita dalam QS. Al-Ahzab [33]: 59 dan An-Nur [24]: 31, nah sejak saat itu saya yang biasanya ratu nya pd jadi merasa tidak pd dan mulai tidak nyaman dengan semua pakaian saya, dan hal ini sangat mengganggu karena bagi saya kenyamanan diri no1. Saya tidak tau kenapa, namun ketidak nyamanan itu berlangsung terus menerus selama satu bulan. Namun ke anehan yang terjadi itu berubah pada suatu hari ketika saya datang ke pengajian dan mengenakan busana muslim, walau belum berhijab, masih pakai kerudung saja. Tiba2 saja kenyamanan hinggap lagi dalam diri saya, walau belum sepenuhnya, saya pun penasaran dan mencoba besoknya untuk benar-benar berhijab dan BAM! This is it! Pd dan kenyamanan kembali dalam diri saya, dan sejak itu saya kembali "kutau yang kumau" saya tau pada hari itu, bahwa jiwa saya telah terpanggil, saya pun menangis terharu hari itu dan saya panjatkan do'a syukur kepada Allah yang masih mengasihi saya, sehingga Dia memberi saya petunjuk yang indah ini.
Allah bersabda dalam QS. Al-Qashash [28]: 56 " ...........Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk".
Alhamdulillah...., Now I can write this blog (dan keinginan dibaliknya)
Setelah saya menerima petunjuk untuk berhijab diatas rasanya nikmat sekali, tak putus rasa syukur saya kepada Allah karenanya, saya pun selalu ber Do'a " "Rabbanaa laa tuzigh quluubanaa ba'da idz hadaitanaa wahab lanaa min ladunka rahmatan innaka antal-wahhaab" Yang artinya ; " Ya Allah Tuhan Kami, Janganlah Engkau sesatkan kami sesudah (kami) mendapat petunjuk, berilah kami karunia, Engkaulah Yang Maha Pemurah." Namun rupanya Allah Sang Maha Pengasih, Yang Maha Luas dengan anugerah-Nya benar-benar Memberi melampaui batas harapan pengharap-Nya, Ia kembali menggerakan Kuasa-Nya membuat saya yang selama ini memendam keinginan untuk membuat tulisan islami secara sederhana, semampu saya, namun belum terlaksana, karena ke malasan saya, jatuh sakit! Sakit saya menyebabkan saya ber-nazar, apabila sakit tidak separah yg diperkirakan dan sembuh saya akan membuat blog ini, dan itulah Bam yang kedua! Alhamdulillah sakit saya tidak 'separah itu' dan hanya perlu istirahat, dan masa istirahat saya gunakan untuk menulis blog ini dimulai dari hari terakhir di tahun 2012. Blog ini saya tulis dengan semangat setelah bermuhasabah terhadap diri saya, yaitu untuk mengisi lembaran hidup saya dengan hal yang bermakna dan insyaAllah berguna bagi orang lain dan dapat menjadi saldo 'ilmu yang bermanfaat' di yaumul Nisab nanti bagi saya. Amin YRA
BUMI BER-PELANGI
Nama bagi saya sangat penting, karena menggambarkan "karakter" sang penulis dan tulisan nya. selama 3 hari nama blog ini adalah dakuterusbelajar, namun saya tidak puas dengan nama itu, mengganjal rasanya di hati ini, dan ketika pagi tadi saya berjemur matahari sambil mensyukuri ni'mat Allah yang tak ada habisnya ini, yaitu alam, saya tersadar nama blog saya haruslah menggambarkan kenikmatan Allah yang tiada tara nya ini. Dan seketika saya mendapat inspirasi nama Bumi Berpelangi, dimana Bumi menggambarkan seluruh ni'mat yang diberikan Allah kepada kita di Dunia ini, dan Pelangi menggambarkan aneka warna dan keanekaragaman yang terdapat di bumi ini, dimana semuanya itu sangatindah dan harus di syukuri. begitulah kira-kira filosofi dibalik nama Bumi Berpelangi.
Saya senantiasa berdoa kepada Allah, semoga Ia selalu Melimpahkan Hidayah dan Rahmat-Nya kepada junjungan kita Rasulullah SAW, kepada saya, keluarga saya dan kita semua. Semoga saya juga diberikan kekuatan dan semangat untuk dapat terus berkarya dan menulis di blog ini, semampu saya.
Saya amat berharap semua keluarga, teman dan para pembaca blog ini juga dapat menyemangati saya dan juga memperoleh sesuatu yang posituv dari blog ini.
Terimakasih ya untuk yang sudah mau membaca blog saya ini...!
Tuesday, January 1, 2013
Ingat! Sesungguhnya Orang Beriman Bersaudara
KITA SEMUA BERSAUDARA
Aku
bahagia menjadi seorang Muslim, karena artinya aku tak akan sebatang kara
Karena
Rabb ku bersabda " Sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara"
Jadi
kau, kau, dan kau...orang beriman di dunia, kuucapkan salam untukmu
saudaraku.
Mari
satukan hati dalam jalinan ukhuwah, saling mengingatkan, saling menasehati, dan
saling menguatkan.
Lembutkan
hati kita agar selalu peka dengan keadaan saudara-saudara kita.....
Mari
bergandeng tangan dan menyerukan Takbir bersama
Jangan
lagi terpecah pecah jangan lagi terkotak-kotak
Karena
saudaraku...sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara
Judul tulisan dan Puisi
diatas saya buat karena kinginan dan harapan saya yang tinggi, bahwa sekiranya
Umat Islam, yang sekarang banyak terkotak-kotak, kembali ber- Bhineka Tunggal
Ika, karena walaupun banyak mashaf dan juga aliran yang kita kenal, namum
sesungguhnya akar akidah kita selalu satu, Tuhan kita satu Allah SWT, Rasul kita
Muhammad SAW, Kitab kita Al-Qur'an, Sholat kita 5 kali sehari, selagi
pokok-pokok islam tersebut sama, maka kita bersaudara. Allah berfirman dengan
jelas dalam QS. Al-Hujaraat [49]: 10
Artinya : "Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu
damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah
terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat".
Nah kalau Allah SWT saja
memerintahkan kita untuk berdamai (memperbaiki hubungan) dengan sesama muslim
yang lain, amat tidak pantas kalau kita malah memisah-misahkan diri, apalagi
kalau kita sampai saling tuduh menuduh bahwa yang aliran satu benar dan yang
lain sesat, sesungguhnya karena hasutan syaitan lah kita dapat terperosok dan
terpecah belah. Harus kita sadari bersama bahwa Perpecahan
adalah musuh utama yang menghancurkan eksistensi umat Islam.
Fenomena yang terjadi saat ini yang
muncul dimasyarakat Islam adalah banyak yang saling membanggakan golongan
dan kelompok sendiri, merasa yang paling baik merasa yang paling benar dan
menyatakan glongan yang lain sebagai sesat. Padahal yang seharusnya ideal
adalah kita sesama muslim bergandeng tangan diatas jalan Allah untuk menegakkan
masyarakat Islam yang solid, untuk saling mengingatkan, saling
nasehat-menasehati jika ada saudaranya yang salah, tentunya menasehati dengan
kelembutan seperti yang diajarka oleh Rasulullah.Bukan justru sebaliknya saling
mengumpat dan saling mencaci. Maka tidak salah jika saat ini muslim hanya
seperti buih dilautan makin banyak secara kwantitas tapi menurun secara kualitas.
Sadarkah saudaraku jika sikap saling
bermusuhan sesama saudara semuslim justru akan menggerogoti Islam dari dalam? Allah SWT telah
mengkaitkan perpecahan dengan syirik seperti dalam firman-Nya dalam QS. Ar-Ruum [30] : 31-32 yang artinya :
"dan
janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah. yaitu
orang-orang yang memecah-belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa
golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan
mereka."
dan Ditegaskan agi oleh Allah dalam QS. Ali-Imran [3]: 105 yang artinya :
"Janganlah kamu menjadi serupa dengan orang-orang yang berkelompok-kelompok dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat".
Jelas sekali dari kedua ayat diatas, islam sangat tidak senang dan mengutuk perpecahan, berselisih paham, bahkan perpecahan diumpamakan sama seperti syirik, sebuah dosa (utama) yang sangat berat, karena jelas sekali dengan adanya perpecahan seperti yang banyak terjadi sekarang ini, terkaburlah atau bahkan tertutuplah citra Islam sebagai Rahmatan Lil Alamin, bahkan banyak yang menganggap Islam sebagai agama yang keras, radikal dan identik dengan kekerasan. Padahal Islam seharusnya solid dan menyatu seperti zaman Rasulullah dan Khalifatur Rasyidin, itulah yang membawa Islam menjadi agama besar, dan mendunia.
Allah juga menegaskan dalam QS. Al-An’am [6]: 159
dan Ditegaskan agi oleh Allah dalam QS. Ali-Imran [3]: 105 yang artinya :
"Janganlah kamu menjadi serupa dengan orang-orang yang berkelompok-kelompok dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat".
Jelas sekali dari kedua ayat diatas, islam sangat tidak senang dan mengutuk perpecahan, berselisih paham, bahkan perpecahan diumpamakan sama seperti syirik, sebuah dosa (utama) yang sangat berat, karena jelas sekali dengan adanya perpecahan seperti yang banyak terjadi sekarang ini, terkaburlah atau bahkan tertutuplah citra Islam sebagai Rahmatan Lil Alamin, bahkan banyak yang menganggap Islam sebagai agama yang keras, radikal dan identik dengan kekerasan. Padahal Islam seharusnya solid dan menyatu seperti zaman Rasulullah dan Khalifatur Rasyidin, itulah yang membawa Islam menjadi agama besar, dan mendunia.
Allah juga menegaskan dalam QS. Al-An’am [6]: 159
“Sesungguhnya
orang-orang yang memecah belah agama-Nya dan mereka menjadi bergolongan, tidak
ada sedikitpun tanggung jawabmu (Muhammad) kepada mereka. Sesungguhnya urusan
mereka hanyalah terserah kepada Allah, kemudian Allah akan memberitahukan
kepada mereka apa yang telah mereka perbuat.”
Perpecahan dan perselisihan
adalah dekat dengan kekufuran seperti
Sabda Rasulullah “Jangan
sepeninggalanku kalian menjadi kafir, dimana sebagian kamu membunuh sebagian
lain (HR Bukhari & HR Muslim), Tapi sebaliknya Persatuan dan
persaudaraan adalah dekat dengan iman seperti sabda Rasulullah “Dan kamu tidak akan beriman sehingga kamu
saling mengasihi” (HR Muslim)
Patut kita renungkan, apa yang sebenarnya dipermasalahkan diantara satu kelompok muslim dengan muslim lainnya sehingga kita jadi terpecah belah? Biasanya hanyalah perbedaan tata cara, istilah, ataupun penafsiran atas sebuah perkara, namun menurut saya apabila kita hayati, ternyata akar dari semua aliran Islam yang tersebar ini adalah satu, selama akidah kita menyatakan bahwa Tuhan kita satu yaitu Allah SWT, Rasul kita Muhammad SAW, Kitab kita Al-Qur'an dan sebagainya seperti sudah saya jabarkan diatas, berarti kita sama-sama Muslim. Yang cukup saya sesalkan adalah, kenapa perbedaan tata cara dan penafsiran tidak kita sikapi dengan positiv, bukankah ajaran Islam justru diturunkan Allah untuk mempersatukan umat-Nya? Bukankahkah Islam yang mengajarkan persaudaraan dan persamaan derajat? bukankah Islam terkenal dengan ajarannya yang lembut, berperikemanusiaan, saling mengasihi antar sesama (QS. al-Fath [48]: 29), mengedepankan rasa keamanan (QS. al-An'am [6]: 82) bukan hanya bagi pemeluk agama nya saja, bahkan juga menjamin kebebasan dan keamanan bagi pemeluk agama lain (QS. al-Baqarah [2]: 256 dan QS. at-Taubah [9]: 6). Kalau kepada pemeluk agama lain saja kita diperintah untuk memberi kebebasan dan mengasihi, apalagi kepada saudara kita sendiri sesama umat muslim. Bukankah Islam dapat menampung dan menaungi berbagai pendapat? Bukankah Islam yang mengajarkan bahwa tidak sempurna iman seorang muslim hingga kita mencintai untuk saudaranya segala apa yang ia cintai untuk dirinya sendir berupa kebaikan (HR. al-Buhari dan Muslim) ?
Mungkin saja kita selama ini belum memahami betul karakteristik ajaran Islam yang sesungguhnya sangat indah dan universal, sehingga (hanya karena) keragaman tata cara dan pemahaman dan juga penafsiran Al-Qur'an dan Sunnah dapat memecah belah kita.
Jadi saudara-saudaraku, ayo kita bergandeng tangan, jangan lagi berselisih paham terhadap urusan yang hanya Allah yang dapat menilai-nya, karena saya sangat yakin, agama islam dapat menampung berbagai pendapat, dan yang dapat menilai dengan adil mana yang paling benar atau yang kurang benar hanyalah sang Maha Adil, jadi janganlah kita seakan ingin "berlomba" dengan Tuhan dan menentukan bahwa (cara atau kelompok) kita lah yang paling benar dan (cara atau kelompok)yang lain salah dan sesat, sekali kali jangan! Takutlah atas peringatan Allah, bahwa orang yang memecah belah agama Islam ini adalah orang yang mempersekutukan Allah. Ingatlah firman Allah yang sangat indah ini " Allah mengajak seluruh makhluk kepada kedamaian dan keamanan" (QS> Yunus [10]: 25)
Wa Allah A'lam
Patut kita renungkan, apa yang sebenarnya dipermasalahkan diantara satu kelompok muslim dengan muslim lainnya sehingga kita jadi terpecah belah? Biasanya hanyalah perbedaan tata cara, istilah, ataupun penafsiran atas sebuah perkara, namun menurut saya apabila kita hayati, ternyata akar dari semua aliran Islam yang tersebar ini adalah satu, selama akidah kita menyatakan bahwa Tuhan kita satu yaitu Allah SWT, Rasul kita Muhammad SAW, Kitab kita Al-Qur'an dan sebagainya seperti sudah saya jabarkan diatas, berarti kita sama-sama Muslim. Yang cukup saya sesalkan adalah, kenapa perbedaan tata cara dan penafsiran tidak kita sikapi dengan positiv, bukankah ajaran Islam justru diturunkan Allah untuk mempersatukan umat-Nya? Bukankahkah Islam yang mengajarkan persaudaraan dan persamaan derajat? bukankah Islam terkenal dengan ajarannya yang lembut, berperikemanusiaan, saling mengasihi antar sesama (QS. al-Fath [48]: 29), mengedepankan rasa keamanan (QS. al-An'am [6]: 82) bukan hanya bagi pemeluk agama nya saja, bahkan juga menjamin kebebasan dan keamanan bagi pemeluk agama lain (QS. al-Baqarah [2]: 256 dan QS. at-Taubah [9]: 6). Kalau kepada pemeluk agama lain saja kita diperintah untuk memberi kebebasan dan mengasihi, apalagi kepada saudara kita sendiri sesama umat muslim. Bukankah Islam dapat menampung dan menaungi berbagai pendapat? Bukankah Islam yang mengajarkan bahwa tidak sempurna iman seorang muslim hingga kita mencintai untuk saudaranya segala apa yang ia cintai untuk dirinya sendir berupa kebaikan (HR. al-Buhari dan Muslim) ?
Mungkin saja kita selama ini belum memahami betul karakteristik ajaran Islam yang sesungguhnya sangat indah dan universal, sehingga (hanya karena) keragaman tata cara dan pemahaman dan juga penafsiran Al-Qur'an dan Sunnah dapat memecah belah kita.
Jadi saudara-saudaraku, ayo kita bergandeng tangan, jangan lagi berselisih paham terhadap urusan yang hanya Allah yang dapat menilai-nya, karena saya sangat yakin, agama islam dapat menampung berbagai pendapat, dan yang dapat menilai dengan adil mana yang paling benar atau yang kurang benar hanyalah sang Maha Adil, jadi janganlah kita seakan ingin "berlomba" dengan Tuhan dan menentukan bahwa (cara atau kelompok) kita lah yang paling benar dan (cara atau kelompok)yang lain salah dan sesat, sekali kali jangan! Takutlah atas peringatan Allah, bahwa orang yang memecah belah agama Islam ini adalah orang yang mempersekutukan Allah. Ingatlah firman Allah yang sangat indah ini " Allah mengajak seluruh makhluk kepada kedamaian dan keamanan" (QS> Yunus [10]: 25)
Wa Allah A'lam
Subscribe to:
Posts (Atom)


