Wednesday, February 12, 2014

Yang Dibenci dan Disukai Iblis

Iblis menjawab beberapa pertanyaan.....

Penanya (P) : “Apa yg kau rasakan jika melihat seseorang dari umatku hendak shalat?”
Iblis (I) menjawab: “Aku merasa panas dingin dan gemetar”

P: “Kenapa?”
I: “Sebab setiap seorang hamba besujud 1x kepada Allah, Allah mengangkatnya 1 derajat”

P: “Jika seorang umatku berpuasa?”
I: “Tubuhku terasa terikat hingga ia berbuka”

P: “Jika ia berhaji?”
I: “Aku seperti orang gila”

P: “Jika ia membaca Al-Quran?”
I: “Aku merasa meleleh laksana timah diatas api”

P: “Jika ia bersedekah?”
I: “Itu sama saja org tsb m'belah tubuhku dgn gergaji”

P: “Mengapa bisa begitu?“
I: ”Sebab dalam sedekah ada 4 keuntungan baginya, yaitu :
    1. Keberkahan dlm hartanya,
    2. Hidupnya disukai,
    3. Sedekah itu kelak akan menjadi hijab antara dirinya dgn api neraka,
    4. Terhindar dari segala macam musibah akan terhalau dr dirinya,

P: “Apa yg dapat mematahkan pinggangmu?”
I: “Suara kuda perang di jalan Allah.”

P: “Apa yg dapat melelehkan tubuhmu?”
I: “Taubat org yg bertaubat”

P: “Apa yg dpt membakar hatimu?”
I: “Istigfar di waktu siang & malam”

P: “Apa yg dpt mencoreng wajahmu?”
I: “Sedekah yg diam2”

P: “Apa yg dpt menusuk matamu?”
I: “Shalat fajar”

P: “Apa yg dpt memukul kepalamu?”
I: “Shalat berjamaah”

P: “Apa yg paling mengganggumu”
I: “Majelis para ulama”

P: “Bagaimana cara makanmu?”
I: “Dengan tangan kiri dan jariku”

P: “Dimanakah kau menaungi anak2mu di musim panas?”
I: “Dibawah kuku manusia”

P: “Siapa temanmu wahai iblis?”
I: “Pezina”

P: “Siapa teman tidurmu?”
I: “Pemabuk”

P: “Siapa tamumu?”
I: “Pencuri”

P: “Siapa utusanmu?”
I: “Tukang sihir (dukun)”

P: “Apa yg membuatmu gembira?”
I: “Bersumpah dgn cerai”

P: “Siapa kekasihmu?”
I: “Org yg meninggalkan Sholat Jum'at”

P: “Siapa manusia yg paling membahagiakanmu?"
I: “Org yg meninggalkan shalatnya dgn sengaja”

Marilah kita menjadi orang yang dijauhi oleh iblis....
Marilah kita menjadi sahabat para malaikat dan orang beriman
Dan semoga kita menjadi ahli surga.
Amin ya Rabbal Alamin



Wa Allah A'lam

Wednesday, January 15, 2014

Do'a-Doa dalam Al-Qur'an

Do'a Mohon Keselamatan

 
Artinya: "Ya Tuhan, janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang zhalim, dan selamatkanlah kami dengan curahan rahmat-Mu dari tipu daya orang- orang yang kafir." (Qs. Yunus: 85-86).

Do'a Mohon Perlindungan


Artinya: "Ya Tuhanku, sungguh aku berlindung kepada-Mu dari memohon sesuatu yang aku tidak mengetahui hakikatnya. Dan sekiranya Engkau tidak memberi ampunan serta tidak menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku akan termasuk golongan orang-orang yang merugi." (QS.Hud : 47)

Do'a Keluarga Maslahah


Artinya: "Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami perkenankanlah doaku. Ya Tuhan kami berikanlah ampunan kepadaku dan kepada kedua ibu bapakku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat)." (QS. Ibrahim: 41-42).

Do'a Mohon Tempat yang Baik


Artinya: "Ya Tuhanku, masukkanlah aku secara masuk yang benar, dan keluarkanlah pula aku secara keluar yang benar. Dan berikanlah kepadaku dari sisi-Mu kekuasaan (pemimpin) yang menolong." (Al-Isra': 80).

Do'a Mohon diberi Kemudahan


Artinya: "Ya Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami ini." (QS. Al-Kahfi: 10).

Do'a Kelapangan hati


Artinya: "Ya Tuhan, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah segala urusanku, dan lepaskanlah kekakuan lidahku, agar mereka mengerti perkataanku." (QS. Thaha: 27)

Do'a Mohon Jodoh dan Keturunan yang Baik



Artinya: "Ya Tuhanku, janganlah Engkau membiarkan aku hidupku seorang diri, dan Engkaulah pewaris yang paling baik." (QS. Al-Anbiyai': 89).



Artinya: "Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi-Mu seorang anak yang baik. Sungguh Engkau Maha Pendengar doa." (QS. Ali 'Imron: 38).

Do'a Mohon Terlepas dari Musibah


Artinya: "Ya Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari bisikan-bisikan setan. Dan aku berlindung pula kepada-Mu, ya Tuhan kami dari kedatangan mereka kepadaku." (OS. Al-Mukminun: 97-98).

Do'a Mohon Kemuliaan



Artinya: "Ya Tuhan kami, jauhkanlah adzab Jahanam dari kami, Sungguh 'adzab itu adalah kebinasaan yang kekal." (QS. Al-Furqon: 65).



Artinya: "Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri dan keturunan kami sebagai penyenang hati, dan jadikanlah kami imam (pemimpin) bagi orang-orang yang bertakwa." (QS. Al-Furqon: 74).



Jujur Terhadap Kekurangan Sendiri

Sudah lama sekali saya tidak menulis blog ini..., saya sempat 'gemes' dengan diri sendiri, kok rasanya berat diri ini untuk nulis.....,  tapi dasar (saya ini) manusia yang penuh kekurangan, alih-alih bermuhasabah, karena sudah terlalu tersibukkan masalah duniawi, saya malah ber-paling dari masalah dengan menghibur diri sendiri dan menciptakan alasan klise "ke absenan" saya (sekali lagi hanya untuk menghibur diri sendiri yang sedang merasa bersalah) bahwa kemarin-kemarin saya sibuk sebagai Ibu, ngurus rumah tangga dan anak, ngajarin anak ketika mau ujian EHB, sibuk ini, sibuk itu saya lebai-lebai kan,,,. Saya sebut klise karena saya melakukan pelarian dengan menyalahkan kondisi dan kesibukan, padahal ketika saya kemarin rajin menulis dan berbagi, saya juga seorang Ibu.... saya juga kan mengurus anak dan RT waktu itu.
Namun hari ini, setelah mendengar kajian dari AA Gym " Taffakkur Melalui Insan Bertauhid" melalui website da'wah http://www.salingsapa.com, saya sadar sayalah sendiri yang salah, terlalu menyibukkan diri dengan urusan duniawi dan bahkan tergoda hawa nafsu duniawi, seperti jalan-jalan ke mall, arisan, bahkan nonton film seri korea terbaru, ...., Astaghfirullah !
Rupanya saya telah melupakan contoh-contoh yang diberikan oleh para nabi utusan Allah, bahwa janganlah menyalahkan orang lain atau kondisi atas suatu keburukan yang terjadi pada kita. Dalam Al-Qur'an banyak diceritakan kisah para nabi yang selalu bertaubat, menyatakan dirinyalah penanggung jawab dari semua keburukan yang terjadi dalam hidupnya, dan ber do'a kepada Allah untuk diberi pertolongan, dengan kata lain para Nabi mengajarkan kita bertaubat.                         

Bukankah Nabi Adam AS. tidak menyalahkan iblis ketika ia terusir dari surga? Nabi adam menyadari bahwa Ia tergelincir dari surga karena dirinya tidak qana'ah, banyak keinginan, sehingga tergoda rayuan iblis dan melanggar perintah Allah, namun Nabi Adam kembali mulia karena ia bertaubat,  beliau ber do'a :

رَبَّنَا    ظَلَمْنَآ    أَنفُسَنَا    وَإِن    لَّمْ    تَغْفِرْ    لَنَا    وَتَرْحَمْنَا    لَنَكُونَنَّ    مِنَ    الْخٰسِرِينَ    
 Artinya: "  "Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi." [Q.S. Al-A'Raf (7) : 23]

Bukankah Nabi Yunus AS. tidak menyalahkan umatnya ketika ia terkatung-katung di laut malam dan tertelan ikan paus? Nabi Yunus menyadari bahwa ia diberi cobaan oleh Allah (diberi kesulitan) karena ia tidak sabar dalam mengajarkan agama kepada umatnya, Nabi Yunus pun ber do'a : 

وَذَا    النُّونِ    إِذ    ذَّهَبَ    مُغٰضِبًا    فَظَنَّ    أَن    لَّن    نَّقْدِرَ    عَلَيْهِ    فَنَادَىٰ    فِى    الظُّلُمٰتِ    أَن    لَّآ    إِلٰهَ    إِلَّآ    أَنتَ    سُبْحٰنَكَ    إِنِّى    كُنتُ    مِنَ    الظّٰلِمِينَ  
Artinya : Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap: "Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim".  [Q.S. Al-Anbiyaa (21) : 87]

Sayapun bermuhasabah sedikit...., kenapa kemarin2 tidak menulis apapun di blog saya ini? adakah hal bermanfaat lain yang saya jalankan sebagai pengisi waktu saya, terutama pagi hari setelah anak-anak ke sekolah? ternyata tidak ada, yang saya lakukan hanyalah hal-hal tidak penting yang tidak bermanfaat, Astaghfirullah! Kemarin-kemarin, hati saya tidak dekat dengan Allah, tidak rindu, bagaimana bisa menulis kata-kata kalau tidak ada kerinduan? bukankah pengarang lagu bisa menulis lirik romantis apabila ia sedang jatuh cinta? 
Saya sadar setelah mendengar pertanyaan AA Gym, "Siapakah yang berkuasa atas hati kita?" Allah lah jawabannya, Dia lah sang Dzat yang membolak-balikkan hati, janganlah merasa bahwa sekali kita beriman, kita akan terus beriman dan menjauhi larangannya. Bukankah Iblis dulu juga beriman? Iblis dulu juga tinggal di sisi Allah, mereka tunduk kepada Allah dan tau benar bahwa Allah adalah Sang Pencipta, namun karena kesombongannya, tidak mau iblis menghormati adam, akhirnya iblispun melanggar perintah Allah dan diusir dari surga dan masuk kedalam neraka. Tapi apa yang bisa membedakan kita dengan iblis? Taubat lah jawaban kuncinya, mengakui kesalahan-kesalahan kita dan meminta ampun kepada Allah dan memohon pertolongan Nya. 
Kenapa sampai Allah membalikkan hati kita?  dari yang rindu jadi jemu? dari yang rajin beribadah jadi malas? kenapa Allah memberikan cobaan (keburukan) kepada kita?  Bermuhasabahlah, tanya diri kita masing-masing apa sebabnya (dr diri kita sendiri), kita pun harus ingat selalu bahwa tidak ada keburukan yang datang kepada kita kecuali diundang oleh keburukan kita sendiri. Contohnya saja Anak yang nakal dan tidak sholeh, jangan salahkan anaknya, tanyalah diri sendiri, sudahkan kita menjadi orang tua yang sholeh? sudahkah kita beri contoh akhlak karimah kepada anak kita? jangan menuntut dan mengajar, sebelum kita bisa melaksanakannya sendiri. Rasulullah dalam mengajarkan agama Islam, bukan dengan kata-kata, namun beliau mencontohkannya, beliau melaksanakannya, menjalankannya, baru beliau akan meminta umat nya untuk mengikutinya. Maka dari itu saya menulis ini sekaligus bermuhasabah, saya baru belajar, masih jauuuuuuhhhhhhh dr kebaikan, namun saya juga merasa, kalau proses belajar saya ini saya bagi kepada orang lain, mungkin lebih bermanfaat, siapa tau saja, dengan begini Allah membalikkan hati saya dan hati pembaca saya (insyaAllah) jadi rindu kepada Nya, sehingga dapat lebih Khusyu dalam beribadah. 

Satu yang perlu digaris bawahi adalah kita harus sadar bahwa apapun yang baik dari diri kita, Allah lah yang memberikannya kepada kita, misalkan saja kita pandai..., bukankah Allah yang membukakan ta'bir pemahaman kita sehingga kita pandai? bukankah mudah saja Allah menggmbil kembali kepintaran kita dengan misalnya membuat kita lupa segala sesuatu? jadi janganlah kita berpuas diri, audzubillah, sadarlah bahwa segala sesuatu dalam diri kita ini berada dalam genggaman jari-jemari Allah, jadi kita harus SELALU MEMOHON KEPADANYA,Mohonlah pengampunan dari Nya, Mohonlah pencerahan dari Nya, Mohonlah hidayah dari Nya, Mohonla agar Ia dapat menjaga hati kita ini, menjaga hati keluarga kita, keturunan kita. Mohonlah seperti yang Nabi Ibrahim mohonkan kepada Allah : 

رَبِّ    اجْعَلْنِى    مُقِيمَ    الصَّلَوٰةِ    وَمِن    ذُرِّيَّتِى    ۚ    رَبَّنَا    وَتَقَبَّلْ    دُعَآءِ 

رَبَّنَا    اغْفِرْ    لِى    وَلِوٰلِدَىَّ    وَلِلْمُؤْمِنِينَ    يَوْمَ    يَقُومُ    الْحِسَابُ
Artinya : Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.  Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapaku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat)". [Q.S. Ibrahim (14) :40-41]

Bukankah Nabi Muhammad SAW yang menjadi tauladan kita pun selalu ber do'a kepada Allah:
"يَامُقَلِّبَ الْقُلُوْبِ ثَبِّتْ قَلْبِيْ عَلى دِيْنِكَ "
Artinya : "Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku atas agama-Mu" (HR Imam Ahmad, Imam Tirmidzi dan lainnya)
Padahal Rasulullah kekasih Allah adalah pemilik akhlak-akhlak mulia, hatinya bersih, namun Rasulullah selalu merendahkan dirinya dihadapan Sang Maha Tinggi. 

Itulah yang diajarkan para NabiAllah, bahwa untuk menuju ketauhid an, pertama kita harus memperbaiki diri kita sendiri, memohon ampun kepada Allah yang Maha Menyaksikan semua perbuatan kita, Yang Maha Mendengar sampai kepada bisikan hati kita, Yang Maha Mengetahui niat dari setiap amalan kita.  Untuk menuju ketauhid an, kitahatus terus meminta kepadanya, karena Dia lah Yang Maha Mendengar do'a hamba Nya, Dia lah yang Maha Memberi, Dialah sang MAHA AGUNG. 

 
رَبَّنَا    لَا    تُزِغْ    قُلُوبَنَا    بَعْدَ    إِذْ    هَدَيْتَنَا    وَهَبْ    لَنَا    مِن    لَّدُنكَ    رَحْمَةً    ۚ    إِنَّكَ    أَنتَ    الْوَهَّابُ
Artinya :   "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)".[Q.S. Ali Imran (3): 8]

WAllahu A'lam

 

Friday, May 17, 2013

You Will...When You Believe



Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal. [QS Al Anfaal 8:2]


Saya gundah, ada pertanyaan yang menggugah kalbu saya, membuat hati saya berdegup kencang sambil mengantisipasi akan jawabannya, pertanyaan itu adalah "Apakah saya beriman? Beriman yang sesungguh-sungguhnya? Beriman seperti yang disebutkan ayat yang sangat dahsyat diatas, yaitu ketika nama Allah sang Maha Pencipta disebut, maka gemetarlah hati kita, Beriman seperti yang diajarkan dan dicontohkan Nabi Muhammad SAW yaitu mengakui dengan lisan, membenarkan dengan hati dan mengerjakan dengan anggota ?"  ......Sepertinya belumlah saya sampai kesana, tapi saya ingin mencobanya....bukankah segala sesuatu dimulai dengan niat?

Saya pun bertanya.....bagaimana agar bisa gemetar hatiku setiap kali nama Allah disebut?
Saya pun menyadari.....Hanya Allah lah yang dapat menghadirkan hidayah kedalam hati mahluknya...
Saya pun tersimpuh,.....menangis, bersujud, memohon pertolongan dari Nya...
Saya ber do'a......Ya Allah Ya Rahman,Ya Wahhaab, hanya kepada Mu lah tempat meminta.....
                     .......Ya Allah, Ya Sami, dan hanya Engkau lah yang Maha Mendengar, Maha
                            Mengabulkan.......
                     Hadirkanlah getaran  dalam jiwaku setiap kali Asma mu terdengar, Amien Ya Rabb.

Do'a yang pendek untuk permintaan yang sangat besar, tapi saya tau dengan pasti, Allah sangat sayang pada mahluknya, saya PERCAYA pastilah Allah akan mengabulkan permintaan hambanya yang bersimpuh dan meminta dengan sungguh-sungguh, Saya PERCAYA hidayah Allah akan datang apabila kita berusaha mendekatkan diri kita pada Nya.

Saya tak lagi gundah....
Insya Allah bisa hatiku bergetar tiap kali nama Allah disebutkan
I will.......When I belive
You will....When you believe

Allah A'lam

                          

Monday, March 25, 2013

Parenting Ala Ali Bin Abi Thalib

"Didiklah anakmu sesuai dengan jamannya, Karena mereka hidup bukan di jamanmu"       itulah quote tekenal dari Ali Bin Abi Thalib RA, khalifah ke-4 umat islam yang terkenal dengan kepintaran, kejujuran dan juga kesetiaannya terhadap Rasulullah SAW.
Seperti sudah kita pahami bahwasannya mendidik dan membesarkan anak adalah amanah dari Allah SWT yang harus dijalankan dengan sebaik-baiknya. Banyak hal yang harus diperhatikan untuk menentukan pola pendidikan yang terbaik bagi masing-masing anak, apalagi mereka tidak hidup di jaman dahulu.
Menurut Ali bin Abi Thalib Ra. ada tiga pengelompokkan dalam cara memperlakukan anak:
1. Kelompok 7 tahun pertama (usia 0-7 tahun), perlakukan anak sebagai raja.
2. Kelompok 7 tahun kedua (usia 8-14 tahun), perlakukan anak sebagai tawanan.
3. Kelompok 7 tahun ketiga (usia 15-21 tahun), perlakukan anak sebagai sahabat.

ANAK SEBAGAI RAJA (Usia 0-7 tahun)
Melayani anak dibawah usia 7 tahun dengan sepenuh hati dan tulus adalah hal terbaik yang dapat kita lakukan. Banyak hal kecil yang setiap hari kita lakukan ternyata akan berdampak sangat baik bagi perkembangan prilakunya, misalnya :
>> Bila kita langsung menjawab dan menghampirinya saat ia memanggil kita- bahkan ketka kita    sedang sibuk dengan pekerjaan kita - maka ia akan langsung menjawab dan menghampiri kita ketika kita memanggilnya.
>>Saat kita tanpa bosan mengusap punggungnya hingga ia tidur,  maka kelak kita akan terharu ketika ia memijat atau membelai pngung kita saat kita kelelahan atau sakit.
>> Saat kita berusaha keras menahan emosi di saat ia melakukan kesalahan sebesar apapun, lihatlah dikemudian hari ia akan mampu menahan emosinya ketika adik/ temannya melakukan kesalahan padanya.
Maka ketika kita selalu berusaha sekuat tenaga untuk melayani dan menyenangkan hati anak yang belum berusia tujuh tahun, insya Allah ia akan tumbuh menjadi pribadi yang menyenangkan, perhatian dan bertanggung jawab. Karena jika kita mencintai dan memperlakukannya sebagai raja, maka ia juga akan mencintai dan memperlakukan kita sebagai raja dan ratunya.

ANAK SEBAGAI TAWANAN (usia 8-14 tahun)
Kedudukan seorang tawanan perang dalam islam sangatlah terhormat, Ia mendapatkan haknya secara proporsional, namun juga dikenakan berbagai larangan dan kewajiban. Usia 7-14 tahun adalah usia yang tepat bagi seorang anak bagi seorang anak untuk diberika hak dan kewajiban tertentu.
Rasulullah SAW mulai memerintahkan seoang anak untuk sholat wajib pada usia 7 tahun, dan memperbolehkan kita memukul anak tersebut (atau mengukum dengan hukuman seperlunya) ketika iIa telah berusia 10 tahun namun meninggalkan sholat. Karena itu usia 7-14 tahun adalah saat yang tepat dan pas bagi anak-anak kita untuk diperkenalkan dan diajarkan tentang hal-hal yang terkait dengan hukum-hukum agama, baik yang diwajibkan maupun yang dilarang, seperti:
>> Melakukan sholat wajib 5 waktu
>> Memakai pakaian yang bersih, rapih dan menutup aurat
>> Menjaga pergaulan dengan lawan jenis
>> Membiasakan membaca Al-Qur'an
>> Membantu pekerjaan rumah tanngga yang mudah dikerjakan oleh anak susianya
>> Menerapkan kedisiplinan dalam kegiatan sehari-hari
Reward dan punishment (hadiah/penghargaan/pujian dan hukuman/teguran) akan sangat pas diberlakukan pada usia 7 tahun kedua ini, karena anak sudah bisa memahami arti dari tanggung jawab dan konsekuaensi. Namun demikian, perlakuan pada setiap anak tidak harus sama kerena every child is unique (setap anak itu unik)

ANAK SEBAGAI SAHABAT (usia 15-21 tahun)
Usia 15 tahun adalah usia umum saat anak menginjak akil baligh. Sebagai orang tua kita sebaiknya memposisikan diri sebagai sahabat dan memberi contoh atau teladan yang baik seperti yang diajarkan oleh Ali bin Abi Thalib Ra.
>> Berbicara dari hati ke hati
Inilah saat yang tepat untuk berbicara dari hati ke hati dengannya, menelaskan bahwa ia sudah remaja dan beranjak dewasa. Perlu dikomunikasikan bahwa selain mengalami perubahan fisik, Ia juga akan mengalami perubahan secara mental, spiritual, sosial, budaya dan lingkungan, sehingga sangat mungkin akan ada masalah yang harus dihadapinya. Paling penting bagi kita para orang tua adalah kita harus dapat membangun kesadaran pada anak-anak kita bahwa pada usia setelah akil baliqh ini, ia sudah memiliki buku amalannya sendiri yang kelak akanditayangkan da diminta pertanggung jawabannya oleh Allah SWT.
>> Memberi Ruang Lebih
Setelah measuki usia akil BAliqh, anak perlu memiliki ruang agar tidakmerasa terkekang, namun tetap dalam pengawasan kita. Controlling tetap harus dilakukan tanpa bersikap otoriter dan tentu saja diiringi dengan berdo'a untuk kebaikan dan keselamatannya. Dengan demikian anak akan merasa penting, dihormati, dicintai, dihargai dan disayangi. Selanjutnya, Ia akan merasa percaya diri dan mempunyai kepribadian yang kuat untuk selalu cenderung pada kebaikan dan menjauhi perilaku buruk.
>> Mempercayakan tanggung jawab yang lebih berat.
Waktu usia 15- 21 tahun ini penting bagi kita untuk memberinya tanggung jawab yang lebih beratdan lebih besar, dengan begini kelak anak-anak kita dapat menjadi pribadi yang cekatan, mandiri, bertanggung jawab dan dapat diandalkan. Cobtoh pemberian tanggung jawab pada usia ini adalah seperti memintanya membimbing adik-adiknya, mengerjakan beberapa pekejaan yang biasa dikerjakan oleh orang dewasa, atau mengatur jadwal kegiatan dan mengelola kuangannya sendiri
>> Membekali anak dengan keahlian hidup.
Rasulullah SAW bersabda, "Ajarilah anak-anak kalian berkuda, berenang dan memanah" (Riwayat sahih Ima Bukhari dan Imam Muslm)
Secara harfiah, olah raga berkuda, berenang dan memanah adalah olah raga yang sangat baik untuk kebugaran tubuh. Sebagian menafsirkan bahwa berkuda dapat pula diartikan mampu mengendarai kendaraan (baik kendaraan darat, laut, udara). Berenang dapat disamakan dengan ketahanan dan kemampuan fisik yang diperlukan agar menjadi muslim yang kuat. Sedangkan memanah dapat pula diartikan sebagai melatih konsentrasi dan fokus pada tujuan. 
Di era modern, sebagian pakar memperluas tafsiran hadist diatas sebagai berikut :
>Berkuda = Skill of Life, memberi keterampilan atau keahlian sebagai bekal hidup agar memiliki rasa percaa diri, jiwa kepemimpinan dan pengendalian diri yang baik.
> Berenang = Survival of Live, mendidik anak agar selalu bersmangat, tidak mudah menyerah dan tegar dalam menghadapi masalah.
> Memanah = Thingking of Life, mengajarkan anak untuk membangun kemandirian berpikir, merencanakan masa depan dan menentukan target hidupnya.

Semoga saja kita para orang tua, guru, dan orang dewasa lainnya dapat memberikan perlakuan yang tepat pada anak-anak, siapapun mereka, dari manapun mereka berasal, dan dimanapun mereka berada, karena anak-anak adalah tanggung jawab orang dewasa di sekitarnya.

Wa Allah A'lam.