Hari Akhir, Hari Kemudian, Sudahkah kita SIAP?
"Dan sesungguhnya Hari Kiamat itu pastilah datang, tak ada keraguan padanya" (QS. Al-Hajj 22:7)
“Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama, begitulah Kami
akan mengulanginya. Itulah suatu janji yang pasti Kami tepati.
Sesungguhnya Kamilah yang akan melaksanakannya.” (Q.S Al Anbiyaa 104)
Sebagai seorang muslim, pastinya kita sudah menghafal ke-6 rukun Iman yang salah satu nya yaitu IMAN KEPADA HARI KEMUDIAN, namun apa makna dari Iman kepada Hari Kemudian? Yang paling mendasar dari iman kepada hari Kemudian adalah dengan mempercayai kepastian akan adanya hari kemudian, bahwa kehidupan di dunia ini akan habis dan mempunyai batas waktu berakhirnya, kemudian akan berganti dengan kehidupan kedua di alam akhirat. Saya menyebut hari tersebut sebagai Hari Kemudian dan bukan Hari Akhir adalah karena saya ingin menekankan bahwa memang benar bahwa hari kiamat adalah akhir dari hidup kita di dunia ini,namun selain itu yang harus disadari justru adalah bahwa hari kiamat adalah hari permulaan dari dimulainya kehidupan kekal kita, kehidupan selama-lamanya tanpa batas waktu, kehidupan di Akhirat. Didalam Al Qur'an, hari kiamat disebut dalam banyak kata seperti Yawm ad-Din ( Hari Penghakiman/ Pembalasan), Yawm al-Qiyamah (Hari Kebangkitan), Yawn Al-Fath (Hari Keputusan), Yawm al-Hisab (Hari Perhitungan), Yawm ath-thalaq (Hari Pertemuan), Yawm al-Jam'i (Hari Pengumpulan) dan lain-lain.
Hari Kiamat adalah sesuatu yang pasti terjadi, mungkin juga tak akan lama lagi..., karena beberapa dari tanda-tanda bahwa kiamat semakin dekat sudah tampak, diantaranya adalah banyaknya perzinahan, banyaknya wanita yang mengumbar aurat nya, dan lain sebagainya. Kalau memang benar adanya kiamat sudah mendekat, maka pertanyaan utama akan timbul di kepala kita, sudahkah kita siap? apa yang sudah kita tanam selama di dunia ini? apakah kita ketika di hisab nanti akan "panen raya" atau sebaliknya "paceklik" di Akhirat nanti??
Gambaran tentang kehidupan Hari Kiamat
Tak ada seorangpun yang bisa membayangkan kedahsyatan peristiwa hari Akhir, yang ditandai dengan ditiupnya sangkakala pertama oleh malaikat israfil, dan semua yang ada dilangit dan dibumi akan hancur lebur tanpa sisa. Firman Allah swt dalam QS.Az-Zumar 39 : 68
"Dan
ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi
kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu
sekali lagi maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya
masing-masing)". Kedahsyatan hari kiamat juga tergambar jelas dalam QS. Az-Zalzalah 1-8 "Apabila bumi digoncangkan dengan goncangan (yang dahsyat),
dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya,
dan manusia bertanya: "Mengapa bumi (menjadi begini)?",
pada hari itu bumi menceritakan beritanya,karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) kepadanya. Pada
hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam keadaan bermacam-macam,
supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka, Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.
Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula". ; QS. Al- Waqi'ah 1-6 "Apabila terjadi hari kiamat,
tidak seorangpun dapat berdusta tentang kejadiannya.(Kejadian itu) merendahkan (satu golongan) dan meninggikan (golongan yang lain),
apabila bumi digoncangkan sedahsyat-dahsyatnya,
dan gunung-gunung dihancur luluhkan seluluh-luluhnya,
maka jadilah ia debu yang beterbangan." ; dan juga Q.S Al Mu’minun: 15-16 “Kemudian, sesungguhnya kamu sekalian akan dibangkitkan (dari kuburmu) di hari Kiamat.”
Thursday, February 28, 2013
Wednesday, February 20, 2013
Tiga Golongan Manusia di Akhirat Nanti
Apabila kita membaca QS.Al-Waaqi'ah (surah ke 56), maka kita akan tau segala sesuatu tentang hari kiamat dan juga akhirat, dan akan dijelaskan pula oleh Allah bahwa pada hari Akhir nanti, manusia akan dibagi menjadi 3 golongan, yaitu Golongan kanan yang mulia, Golongan kiri yang sengsara, dan golongan yang paling mulia dan paling dekat kepada Allah, yaitu golongan yang paling pertama beriman. Disebutkan dengan terperinci akan ke-3 golongan tersebut sbb:
1. Golongan pertama adalah golongan yang paling mulia, yaitu golongan orang-orang yang paling pertama beriman, merekalah yang paling dekat kepada Allah, mereka berada dalam jannah kenikmatan. Mereka itu terdiri dari segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian. Mereka berada di atas dipan yang bertahta emas dan permata, mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda, mereka semuanya berada di surga yang menyediakan segala jenis kenikmatan yang baik, minuman yang lezat dan tidak memabukkan, buah-buahan,daging, mereka juga ditemani bidadari yang sangat menawan, Subhanallah, betapa indahnya..., disinilah nanti Rasulullah dan para sahabatnya bermukim, di surga Firdaus yang tertinggi.
2. Golongan kedua adalah golongan Kanan, adalah golongan yang bahagia, yaitu segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu, dan segolongan besar pula dari orang-orang yang kemudian. Mereka masuk juga kedalam surga yang didalamnya terdapat pohon bidara yang tak berduri, dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya), dan naungan yang terbentang luas, dan air yang tercurah, dan buah-buahan yang banyak, yang tidak berhenti (berbuah) dan tidak terlarang mengambilnya, dan kasur-kasur yang tebal lagi empuk, ditemani bidadari dan gadis perawan yang penuh cinta dan juga seumur.
3. Golongan terakhir adalah golongan kiri, mereka itu adalah golongan yang paling sengsara, mereka masuk neraka dan kekal didalamnya, Mereka berada dalam siksaan angin yang amat panas, dan air panas yang mendidih, dan dalam naungan asap yang hitam. Mereka itulah yang pada masa hidupnya itu bermewah-mewahan. Dan mereka terus-menerus mengerjakan dosa besar.Mereka tidak percaya adanya hari akhir dan mereka selalu mengatakan: "Apakah bila kami mati dan menjadi tanah dan tulang belulang, apakah sesungguhnya kami akan benar-benar dibangkitkan kembali? Mereka itu
orang-orang yang sesat lagi mendustakan (hari Akhir), Mereka benar-benar akan memakan pohon zaqqum (sejenis tanaman berduri), sesudah itu mereka juga akan meminum air yang sangat panas seperti unta yang kehausan. Naudzubillah min dzalik.
Mau masuk golongan yang mana kita? Insya Allah kita semua masuk ke golongan orang-orang mu'min, yang beruntung dan dapat menikmati indah nya surga, Amien YRA.
1. Golongan pertama adalah golongan yang paling mulia, yaitu golongan orang-orang yang paling pertama beriman, merekalah yang paling dekat kepada Allah, mereka berada dalam jannah kenikmatan. Mereka itu terdiri dari segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian. Mereka berada di atas dipan yang bertahta emas dan permata, mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda, mereka semuanya berada di surga yang menyediakan segala jenis kenikmatan yang baik, minuman yang lezat dan tidak memabukkan, buah-buahan,daging, mereka juga ditemani bidadari yang sangat menawan, Subhanallah, betapa indahnya..., disinilah nanti Rasulullah dan para sahabatnya bermukim, di surga Firdaus yang tertinggi.
2. Golongan kedua adalah golongan Kanan, adalah golongan yang bahagia, yaitu segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu, dan segolongan besar pula dari orang-orang yang kemudian. Mereka masuk juga kedalam surga yang didalamnya terdapat pohon bidara yang tak berduri, dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya), dan naungan yang terbentang luas, dan air yang tercurah, dan buah-buahan yang banyak, yang tidak berhenti (berbuah) dan tidak terlarang mengambilnya, dan kasur-kasur yang tebal lagi empuk, ditemani bidadari dan gadis perawan yang penuh cinta dan juga seumur.
3. Golongan terakhir adalah golongan kiri, mereka itu adalah golongan yang paling sengsara, mereka masuk neraka dan kekal didalamnya, Mereka berada dalam siksaan angin yang amat panas, dan air panas yang mendidih, dan dalam naungan asap yang hitam. Mereka itulah yang pada masa hidupnya itu bermewah-mewahan. Dan mereka terus-menerus mengerjakan dosa besar.Mereka tidak percaya adanya hari akhir dan mereka selalu mengatakan: "Apakah bila kami mati dan menjadi tanah dan tulang belulang, apakah sesungguhnya kami akan benar-benar dibangkitkan kembali? Mereka itu
orang-orang yang sesat lagi mendustakan (hari Akhir), Mereka benar-benar akan memakan pohon zaqqum (sejenis tanaman berduri), sesudah itu mereka juga akan meminum air yang sangat panas seperti unta yang kehausan. Naudzubillah min dzalik.
Mau masuk golongan yang mana kita? Insya Allah kita semua masuk ke golongan orang-orang mu'min, yang beruntung dan dapat menikmati indah nya surga, Amien YRA.
Friday, January 25, 2013
Muhammad Rasulullah
Apa kau kenal Muhammad, Rasulullah?
Ialah kekasih Allah...
Lahirnya membawa cahaya ke bumi ini
Cerahkan dunia, Terangi alam semesta.
Menyinari kelamnya hati manusia.
Apa kau tau Muhammad, Rasulullah?
Ia memang manusia biasa...
Namun akhlaknya mulia
Selalu santun kepada semua
Selalu jujur dalam setiap kata
Selalu sabar dan penuh kasih, itulah pembawaan nya
Apa kau sudah dengar tentang Muhammad, Rasulullah?
Ialah Al-Amin, yang dapat dipercaya
Ia mengajarkan tentang Allah dan sifat-sifat-Nya yang sangat indah
Ia membawa agama Islam, yang merubah paradigma dunia
Ia mengajarkan bahwa harkat manusia adalah sama
yang membedakan manusia dimata Tuhannya hanyalah ke-taqwaan nya
Ia mengajarkan berdamai sebelum berperang
Ia mengajarkan memaafkan sebelum membalas
Ia mengajarkan kasih sayang kepada semua
Ia mengajak umat nya untuk selalu berbuat kebaikan
Ia menyerukan Islam sebagai agama pembawa kedamaian
Apa kita mencintai Muhammad, Rasulullah?
Mengenal nya berarti mempelajari sifat-sifat mulia nya
Menjunjungnya berarti men-tauladani akhlak nya
Membelanya berarti mempelajari dan mengajarkan tentang contoh prilakunya
Menyayanginya berarti menyayangi ummat nya yang sangat disayanginya
Mencintainya berarti menjalankan ajaran Al-Qur'an dan Sunah-sunah nya
Ayo kita cintai Nabi kita Muhammad...
Doakan beliau, Shalawat untuk nya...
Tauladani dia...Ingat selalu akan dia...
karna dia selalu ingat kepada kita
bahkan sampai akhir hayat nya Rasulullah menyebut tiga kata..
Ummati...ummati...ummati...
Ditulis untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad 2013
(Hari dimana kita seharusnya ber muhasabah sampai dimana kita meneladani Rasulullah saw)
Ialah kekasih Allah...
Lahirnya membawa cahaya ke bumi ini
Cerahkan dunia, Terangi alam semesta.
Menyinari kelamnya hati manusia.
Apa kau tau Muhammad, Rasulullah?
Ia memang manusia biasa...
Namun akhlaknya mulia
Selalu santun kepada semua
Selalu jujur dalam setiap kata
Selalu sabar dan penuh kasih, itulah pembawaan nya
Apa kau sudah dengar tentang Muhammad, Rasulullah?
Ialah Al-Amin, yang dapat dipercaya
Ia mengajarkan tentang Allah dan sifat-sifat-Nya yang sangat indah
Ia membawa agama Islam, yang merubah paradigma dunia
Ia mengajarkan bahwa harkat manusia adalah sama
yang membedakan manusia dimata Tuhannya hanyalah ke-taqwaan nya
Ia mengajarkan berdamai sebelum berperang
Ia mengajarkan memaafkan sebelum membalas
Ia mengajarkan kasih sayang kepada semua
Ia mengajak umat nya untuk selalu berbuat kebaikan
Ia menyerukan Islam sebagai agama pembawa kedamaian
Apa kita mencintai Muhammad, Rasulullah?
Mengenal nya berarti mempelajari sifat-sifat mulia nya
Menjunjungnya berarti men-tauladani akhlak nya
Membelanya berarti mempelajari dan mengajarkan tentang contoh prilakunya
Menyayanginya berarti menyayangi ummat nya yang sangat disayanginya
Mencintainya berarti menjalankan ajaran Al-Qur'an dan Sunah-sunah nya
Ayo kita cintai Nabi kita Muhammad...
Doakan beliau, Shalawat untuk nya...
Tauladani dia...Ingat selalu akan dia...
karna dia selalu ingat kepada kita
bahkan sampai akhir hayat nya Rasulullah menyebut tiga kata..
Ummati...ummati...ummati...
اللهم صل على محمد وعلى آل محمد كما صليت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد اللهم بارك على محمد وعلى آل محمد كما باركت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد
“Allaahumma
sholli ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad kamaa shollaita ‘alaa
ibroohiim wa ‘alaa aali ibroohiim innaka hamiidum majiid, Allaahumma
baarik ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad kamaa baarokta ‘alaa
ibroohiim wa ‘alaa aali ibroohiim innaka hamiidum majiid”.
“Ya Allah berilah shalawat kepada
Muhammad dan kepada keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah
bershalawat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim, Sesungguhnya Engkau
Maha Terpuji (lagi) Maha Mulia. Ya Allah, Berkahilah Muhammad dan
keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah memberkahi Ibrahim dan
keluarga Ibrahim, Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji (lagi) Maha Mulia”
Ditulis untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad 2013
(Hari dimana kita seharusnya ber muhasabah sampai dimana kita meneladani Rasulullah saw)
Wednesday, January 23, 2013
URUTAN MENCINTAI yang DICINTAI ALLAH
Kita manusia, adalah mahluk yang lemah,
sangat gampang tergoda oleh nafsu kita sendiri, mulai dari manusia pertama, Nabi
Adam as, bahkan ketika Ia masih tinggal di Surga, Ia sudah tergoda oleh nafsu yang
tentunya dibisikkan oleh syeitan, sehingga Nabi Adam berbuat dosa dan
diturunkan ke Bumi. Dan hal ini pasti akan terus terjadi sepanjang umur dunia
ini, apalagi syeitan sudah berjanji akan terus menghasut mausia sampai akhir
zaman, agar kelak manusia ‘menemani’ mereka di neraka jahanam, seperti yang
difirmankan Allah dalam QS. Al-Israa
[17]: 62-64 : Dia
(iblis) berkata "Terangkanlah kepadaku inikah orangnya (Adam) yang Engkau muliakan
atas diriku? Sesungguhnya jika Engkau memberi tangguh kepadaku sampai hari
kiamat, niscaya benar-benar akan aku sesatkan keturunannya, kecuali sebahagian
kecil". Tuhan berfirman: "Pergilah, barangsiapa di antara
mereka yang mengikuti kamu, maka sesungguhnya neraka Jahannam adalah balasanmu
semua, sebagai suatu pembalasan yang cukup. Dan hasuntlah siapa yang
kamu sanggupi di antara mereka dengan ajakanmu, dan kerahkanlah terhadap mereka
pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki dan berserikatlah dengan
mereka pada harta dan anak-anak dan beri janjilah mereka. Dan tidak ada yang
dijanjikan oleh syaitan kepada mereka melainkan tipuan belaka”. Auzubillah.
Kita manusia sering lupa, bahwa karunia
yang Allah berika kepada kita berupa keluarga, anak dan harta benda itu sebenarnya
adalah ujian bagi kita, dan seperti dinyatakan dalam surah Al-Isra ayat 64,
bahwa harta dan anak-anak kita adalah salah satu senjata utama bagi syeitan untuk
menyusup dan menyesatkan kita. Allah berfirman engan sangat jelas dalam QS At-Taubah [9]: 24
Katakanlah: " Jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebh kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya". Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.
Jadi
ada 1 cara agar kita mengetahui apakah selama ini kita sudah diperdaya oleh
syeitan melalui karunia yang kita miliki (harta, anak, keluarga dsb) adalah dengan
mengurutkan prioritas cinta kita, apakah kita sangat mencintai karunia tesebut
sehingga kita lupa atau lalai mencintai Sang Pemberi Karunia Allah swt seperti
yang di nyatakan dalam ayat diatas? Kalau benar seperti itu, berarti selama
ini kita termasuk orang-orang yang fasik, Auzubillah
Sayapun sekarang ini benar-benar merinding
karena ketakutan, membayangkan bahwa selama ini urutan cinta saya seperti
si-fasik, Kalau lagi bekerja, suka menunda sholat, kalau lagi mengurus anak,
juga menunda sholat, lagi liat acara tv juga menunda sholat, parahnya lagi
apabila sedang jalan-jalan kita suka meng-qadha sholat, apalagi kalau lagi
menghitung harta, lupalah kita akan waktu sholat seakan-akan harta itulah
sendiri tuhan kita, innalilahi wa inna ilaihi rajiun. Tapi saya tidak mau
berdiam diri, saya tidak mau dicap Fasik oleh Allah, sangat tidak mau! Yang
saya mau adalah Mendapat Cinta dan Ridha Allah sehingga dengan Cinta-Nya saya
akan dapat menikmati indahnya Surga-Nya kelak. Tentunya anda pun pasti
sependapat dengan saya…, pertanyaannya “HOW?” Bagaimana caranya? Jawabanya adalah
dengan membalik urutan mencintai yang selama ini kita lakukan dengan URUTAN
MENCINTAI yang DICINTAI ALLAH yaitu sbb:
Mencintai Allah dan Rasul-Nya
Mencintai Berjihad di jalan-Nya
Mencintai sisanya dari ayat diatas yaitu :
bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara,
isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan
yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai.
Dengan urutan mencintai yang benar ini, seharusnya
kita tidak lagi bisa diperbudak oleh kehidupan dunia dan tidak gampang dihasut
oleh syeitan. Dengan urutan mencintai yang benar ini, seharusnya kita akan
dapat menjadikan Allah sebagai kekasih kita, yang paling kita cintai, lalu juga
mencintai Rasul-Nya, dan niscaya kita akan dapat menjadi ummat yang dicintai
Allah.
Thursday, January 17, 2013
Berbagi itu Dahsyat !! Ayo Bantu Saudara2 Kita
Jakarta akhir-akhir in terus menerus dipenuhi dengan berita kebanjiran dimana-mana, Banyak rumah warga jakarta yang terendam banjir sampai atap, dan mereka terpaksa mengungsi dan tinggal di penampungan. Inilah saat bagi kita utuk mengulurkan tangan bagi saudara-saudara kita yang tertimpa bencana tersebut.
Islam selalu mengajarkan Umat nya untuk saling menyayangi dan saling tolong-menolong dengan sesamanya, dan salah satu cara Dahsyat untuk menolong sesama yang diajarkan oleh Islam adalah dengan SHODAQOH, demikian penuturannya...
Bersedekah sangat dianjurkan dalam Islam. Bersedekah itu sangatlah dahsyat, karena selain memiliki aspek ritual, sedekah juga memiliki makna sosial yang sangat tinngi nilainya. Dengan sedekah kita dapat menolong dan meringankan beban orang yang hidupnya sedang dalam kesulitan, atau bahkan kekurangan dan kemiskinan. Dengan sedekah kita dapat menjain ikatan kasih sayang antara saudara dan sesama manusia. Dengan sedekah kita dapat mengurangi kecemburuan sosial yang marak terjadi di sekeliling kita.
Allah Al-Karim, Yang Maha Pemurah, selalu menuntun hamba-Nya agar peduli dan berbagi dengan sesama, dan menafkahkan sebagian rizki untuk saudaranya,sudah sepatutnya kita meneladani sifat Al-Karim dengan berbagi. Seperti yang dinyatakan-Nya dalam QS Al Hadid [57]: 7
Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya. Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menafkahkan (sebagian) dari hartanya memperoleh pahala yang besar".
Dinyatakan pula dalam Q.S. Al-Munafiqun [63]: 10 sebagai berikut:
Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata, Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang shaleh?".
dan dalam QS. Al-Baqarah [2]: 254 Allah telah pula memberi peringatan kepada kita sebagai berikut:
Hai orang-orang yang beriman, belanjakanlah (di jalan Allah) sebagian dari rezki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari yang pada hari itu tidak ada lagi jual beli dan tidak ada lagi syafa'at. Dan orang-orang kafir itulah orang-orang yang zalim.
Dalam ayat lain Allah juga menekankan betapa mulianya nilai dari sedekah,bahkan dikatakan "Kamu sekalian tidak akan memperoleh kebaikan (pahala), kecuali menafkahkan (memberikan) apa yang kalian cintai" (Q. S. Ali Imran (3): 92)
Dalam sebuah Hadist Shahih dari Abu Hurairah rodhiallohu ‘anhu dia berkata: Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Setiap ruas tulang manusia harus disedekahi setiap hari selagi matahari masih terbit. Mendamaikan dua orang (yang berselisih) adalah sedekah, menolong orang hingga ia dapat naik kendaraan atau mengangkatkan barang bawaan ke atas kendaraannya merupakan sedekah, kata-kata yang baik adalah sedekah, setiap langkah kaki yang engkau ayunkan menuju ke masjid adalah sedekah dan menyingkirkan aral (rintangan, ranting, paku, kayu, atau sesuatu yang mengganggu) dari jalan juga merupakan sedekah.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Sudah jelas sekali paparan ayat-ayat Al-Qur'an diatas tentang keutamaan dan keharusan kita untuk bersedekah, namun bukan hanya itu, sedekah itu mempunyai KEDAHSYATAN yang amat sangat, bersedekah adalah Berniaga/ berdagang dengan Allah, dimana Allah yang Maha Kaya, Maha Berterimakasih sudah berjanji dalam Al Qur’an surat Al Baqarah [2] : 245 bahwa:
Barangsiapa yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik, maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan. Itulah janji Allah, dan Allah Selalu Menepati Janji-Nya. Kedahsyatan sedekah juga terangkum dengan apik dalam kalam Ilahi QS. Al Baqarah [2]: 261-262:
Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karuni-Nya) lagi Maha Mengetahui.
Dalam QS. Al Hadiid [57]: 11 dikatakan: “Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik, maka Allah akan melipat gandakan (balasan) pinjaman itu untuknya dan akan memperoleh pahala yang banyak.”. Sedangkan dalam Al Hadiid ayat 18 dikatakan: “Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah, pinjaman yang baik, niscaya akan dilipatgandakan (pembayarannya) kepada mereka dan bagi mereka pahala yang banyak.” Dalam surat Al Lail ayat 17-18 : Dan kelak akan dijauhkan orang yang paling takwa dari neraka itu. (yaitu) yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah) untuk membersihkannya.
Subhanallah! Betapa dahsyat kekuatan Infaq dan Shadaqoh itu, amat merugi lah orang-orang yang tidak mengerjakannya.
Sebaga penutup saya ingin mengajak pembaca untuk memandang harta seperti pandangan junjungan kita Nabi Muhammad s.a.w. dalam memandang harta, yaitu Rasulullah selalu berpedoman bahwa pada hakikatnya, harta adalah milik Allah dan manusia diberi kuasa (amanah) untuk mengelolanya dengan baik. Manusia tidak mempunyai kekuasaan mutlak terhadap harta dan harus menafkahkan sebagian hartanya sesuai syariah Allah, seperti dalam Al Qur’an surat Al Hadiid [57] : 5 – 7:
Kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi. Dan kepada Allah-lah dikembalikan segala urusan. Dialah yang memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam. Dan Dia Maha Mengetahui segala isi hati. Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya. Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menafkahkan sebagian dari hartanya adalah orang-orang yang beriman.
Maka Saudaraku, kelolalah Harta yang Allah itipkan kepadamu dengan baik, bersedekahlah segera, niscaya Allah pasti akan melipat gandakan hartamu untuk mu.
Wa Allah A'lam
Islam selalu mengajarkan Umat nya untuk saling menyayangi dan saling tolong-menolong dengan sesamanya, dan salah satu cara Dahsyat untuk menolong sesama yang diajarkan oleh Islam adalah dengan SHODAQOH, demikian penuturannya...
Bersedekah sangat dianjurkan dalam Islam. Bersedekah itu sangatlah dahsyat, karena selain memiliki aspek ritual, sedekah juga memiliki makna sosial yang sangat tinngi nilainya. Dengan sedekah kita dapat menolong dan meringankan beban orang yang hidupnya sedang dalam kesulitan, atau bahkan kekurangan dan kemiskinan. Dengan sedekah kita dapat menjain ikatan kasih sayang antara saudara dan sesama manusia. Dengan sedekah kita dapat mengurangi kecemburuan sosial yang marak terjadi di sekeliling kita.
Allah Al-Karim, Yang Maha Pemurah, selalu menuntun hamba-Nya agar peduli dan berbagi dengan sesama, dan menafkahkan sebagian rizki untuk saudaranya,sudah sepatutnya kita meneladani sifat Al-Karim dengan berbagi. Seperti yang dinyatakan-Nya dalam QS Al Hadid [57]: 7
Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya. Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menafkahkan (sebagian) dari hartanya memperoleh pahala yang besar".
Dinyatakan pula dalam Q.S. Al-Munafiqun [63]: 10 sebagai berikut:
Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata, Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang shaleh?".
dan dalam QS. Al-Baqarah [2]: 254 Allah telah pula memberi peringatan kepada kita sebagai berikut:
Hai orang-orang yang beriman, belanjakanlah (di jalan Allah) sebagian dari rezki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari yang pada hari itu tidak ada lagi jual beli dan tidak ada lagi syafa'at. Dan orang-orang kafir itulah orang-orang yang zalim.
Dalam ayat lain Allah juga menekankan betapa mulianya nilai dari sedekah,bahkan dikatakan "Kamu sekalian tidak akan memperoleh kebaikan (pahala), kecuali menafkahkan (memberikan) apa yang kalian cintai" (Q. S. Ali Imran (3): 92)
Dalam sebuah Hadist Shahih dari Abu Hurairah rodhiallohu ‘anhu dia berkata: Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Setiap ruas tulang manusia harus disedekahi setiap hari selagi matahari masih terbit. Mendamaikan dua orang (yang berselisih) adalah sedekah, menolong orang hingga ia dapat naik kendaraan atau mengangkatkan barang bawaan ke atas kendaraannya merupakan sedekah, kata-kata yang baik adalah sedekah, setiap langkah kaki yang engkau ayunkan menuju ke masjid adalah sedekah dan menyingkirkan aral (rintangan, ranting, paku, kayu, atau sesuatu yang mengganggu) dari jalan juga merupakan sedekah.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Sudah jelas sekali paparan ayat-ayat Al-Qur'an diatas tentang keutamaan dan keharusan kita untuk bersedekah, namun bukan hanya itu, sedekah itu mempunyai KEDAHSYATAN yang amat sangat, bersedekah adalah Berniaga/ berdagang dengan Allah, dimana Allah yang Maha Kaya, Maha Berterimakasih sudah berjanji dalam Al Qur’an surat Al Baqarah [2] : 245 bahwa:
Barangsiapa yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik, maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan. Itulah janji Allah, dan Allah Selalu Menepati Janji-Nya. Kedahsyatan sedekah juga terangkum dengan apik dalam kalam Ilahi QS. Al Baqarah [2]: 261-262:
Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karuni-Nya) lagi Maha Mengetahui.
Dalam QS. Al Hadiid [57]: 11 dikatakan: “Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik, maka Allah akan melipat gandakan (balasan) pinjaman itu untuknya dan akan memperoleh pahala yang banyak.”. Sedangkan dalam Al Hadiid ayat 18 dikatakan: “Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah, pinjaman yang baik, niscaya akan dilipatgandakan (pembayarannya) kepada mereka dan bagi mereka pahala yang banyak.” Dalam surat Al Lail ayat 17-18 : Dan kelak akan dijauhkan orang yang paling takwa dari neraka itu. (yaitu) yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah) untuk membersihkannya.
Subhanallah! Betapa dahsyat kekuatan Infaq dan Shadaqoh itu, amat merugi lah orang-orang yang tidak mengerjakannya.
Sebaga penutup saya ingin mengajak pembaca untuk memandang harta seperti pandangan junjungan kita Nabi Muhammad s.a.w. dalam memandang harta, yaitu Rasulullah selalu berpedoman bahwa pada hakikatnya, harta adalah milik Allah dan manusia diberi kuasa (amanah) untuk mengelolanya dengan baik. Manusia tidak mempunyai kekuasaan mutlak terhadap harta dan harus menafkahkan sebagian hartanya sesuai syariah Allah, seperti dalam Al Qur’an surat Al Hadiid [57] : 5 – 7:
Kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi. Dan kepada Allah-lah dikembalikan segala urusan. Dialah yang memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam. Dan Dia Maha Mengetahui segala isi hati. Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya. Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menafkahkan sebagian dari hartanya adalah orang-orang yang beriman.
Maka Saudaraku, kelolalah Harta yang Allah itipkan kepadamu dengan baik, bersedekahlah segera, niscaya Allah pasti akan melipat gandakan hartamu untuk mu.
Wa Allah A'lam
Saturday, January 12, 2013
Monday, January 7, 2013
Dunia (dan) Akhirat, Kamu pilih yang mana? Ayo kita capai KEDUANYA!!!
Dunia (dan) Akhirat, Kamu pilih yang mana?
QS. Al- Isra [17]: 18 -21
"Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang kami kehendaki bagi orang yang kami kehendaki dan Kami sediakan baginya (di akhirat) neraka jahannam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir". (18)
"Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mu'min, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalasi dengan baik". (19)
"Kepada masing-masing golongan baik golongan ini maupun golongan itu Kami berikan bantuan dari kemurahan Tuhanmu. Dan kemurahan Tuhanmu tidak dapat dihalangi" (20)
"Perhatikanlah bagaimana Kami lebihkan sebagian dari mereka atas sebagian (yang lain). Dan pasti kehidupan akhirat lebih tinggi tingkatnya dan lebih besar keutamaannya". (21)
Dalam surah Al-Isra diatas dinyatakan bahwa manusia adalah makhluk yang merdeka,bebas menentukan pilihan, terutama kebebasan manusia untuk menentukan tujuan hidupnya, apakah tujuan hidup kita hanya untuk kesenangan dunia saja ataukah tujuan hidup kita untuk menuju kenikmatan akhirat? Dalam surah Al-Isra diatas juga dijabarkan juga sifat Allah Ar-Rahman, bahwa dia Maha Pengasih-Maha Pemurah, dimana Dia akan memberi kepada semua mahluk-Nya, walau kepada yang tidak beriman sekalipun, dan Allah juga memberi seperti apa yang 'di idamkan' hamba-Nya. Namun juga disebutkan bahwa ada dua pilihan bagi kita, yaitu (yang menghendaki) kehidupan Duniawi atau (yang menghendaki) kehidupan Akhirat. Dimana ditegaskan pada ayat ke 21 diatas, bahwasannya kehidupan akhirat lebih tinggi tingkatnya dan lebih besar keutamaannya,dan juga adanya peringatan Allah pada ayat ke 18 diatas, bahwa bagi yang hanya menginginkan kehidupan duniawi (saja), maka Allah akan memberinya kenikmatan Dunia (yang fana ini) namun di akhirat nanti merugilah orang-orang tersebut, dan hanya neraka jahanam lah tempat kembali mereka, naudzubillah.
Ayat diatas benar-benar menggambarkan Islam sebagai agama yang sesuai dengan fitrah manusia, manusia telah diberikan oleh Allah akal, dengan akal nya manusia dapat berfikir mana yang baik dan tidak, manusia juga dapat berfikir bagaimana survive di dunia ini, dan dengan akalnya manusia diberi kebebasan memilih tujuan hidup nya. Namun Allah tidak 'membiarkan' kita jalan tanpa arah, Ia senantiasa membimbing 'arah' manusia dengan pelajaran, petunjuk dan juga rahmat-Nya (QS. Yunus [10]: 57). Tinggal kita sendirilah yang menentukan, mau atau tidak mengambil pelajaran dan petunjuk yang sangat berharga dari Allah tersebut, agar kita tidak sesat arah, agar kita di tunjukkan jalan yang lurus oleh-Nya....!
Kita harus ingat, bahwa sekiranya Allah menghendaki, niscaya kita dijadikan-Nya sebagai satu umat (saja), namun Allah hendak menguji kita terhadap pemberian-Nya agar kita berlomba-lomba berbuat kebajikan (QS. Al-Maidah [5]: 48).Itulah harusnya tujuan hidup kita di dunia ini, berlomba-lomba dalam berbuat kebajikan, demi mendapat kemuliaan di akhirat nanti, agar mendapat Ridha Allah dan memperoleh tempat di Surga-Nya kelak.
Ayo kita capai KEDUANYA! InsyaAllah BISA !!!
Kenapa dalam judul diatas tidak saya buat sebagai "Dunia atau Akhirat?" tapi menggunakan kata sambung "dan"? Karena agama islam selalu menuntun umatnya agar menjadi ummatan wasathan, ditengah-tengah, seimbang antara Dunia dan Akhirat, ketika pandangannya mengarah ke langit, kakinya harus tetap menapak di bumi, manusia tidak boleh tenggelam dalam materialisme (kehidupan duniawi saja), tidak juga membumbung tinggi dalam spiritualisme (saja). Islam mengajar umatnya agar meraih materi duniawi, tetapi dengan nilai-nilai samawi. Keseimbangan seperti yang saya sebutkan diatas, insyaAllah bisa kita capai apabila kita memahami betul fitrah manusia dan tujuan hidup kita (yang ideal) di dunia ini seperti yang saya sebutkan diatas "berlomba-lomba dalam berbuat kebajikan, demi mendapat kemuliaan di akhirat nanti, agar mendapat Ridha Allah dan memperoleh tempat di Surga-Nya kelak".
Adapun tujuan hidup yang dinyatakan dalam surah Al-Isra, dibedakan menjadi dua, apakah tujuan hidup kita hanya untuk kesenangan dunia saja ataukah tujuan hidup kita untuk menuju kenikmatan akhirat? Kita harus yakin benar bahwa kehidupan akhirat itu lebih utama, lebih tinggi tingkatannya, dan kekal selamanya, tidak hanya semetara sepeti di Dunia ini. Saya juga yakin bahwa dengan mengutamakan tujuan akhirat, niscaya kehidupan duniawi kita akan lebih baik, terutama dari sisi kualitas hidup nya.
Dunia kita ini adalah media bagi kita untuk berlomba-lomba dalam (idealnya) berbuat kebajikan, dimana semua yang kita lakukan dan usahakan di dunia ini, (idealnya) hanyalah semata-mata karena ingin mencapai tujuan kita- yaitu dunia Akhirat yang baik, tentunya dengan diperolehnya Ridha Allah swt. Saya berkali kali menuliskan kata 'idealnya' dalam kurung karena saya menyadari bahwa kita ini manusia yang penuh kekurangan, walau kita tau mana yang ideal dan mana yang tidak, namun jauh lebih mudah mengatakannya dan menuliskannya daripada menjalaninya, namun paling tidak kita jangan bosan untuk mengatakannya, jangan letih untuk menuliskannya, dan insyaAllah, dengan akal dan kemauan yang kokoh, kita dapat pula menjalaninya atau mengamalkannya. jadi ayo saudaraku, sama sama kita jalani hidup di dunia yang bermanfaat, saling berlomba dalam melakukan kebaikan, saling menolong dan mengingatkan, saling kasih dan mengasihi dan yang terpenting menapaklah di bumi Allah dengan pandangan yang mengarah ke langit (penuh Taqwa), jangan kita terlena dengan kehidupa duniawi belaka, karena saudaraku...,peringatan Allah sangatlah jelas, apabila kita hanya memikirkan dunia saja, kita akan tercela dan terusir di ahirat nanti nya.
Wa Allah A'lam
QS. Al- Isra [17]: 18 -21
"Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang kami kehendaki bagi orang yang kami kehendaki dan Kami sediakan baginya (di akhirat) neraka jahannam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir". (18)
"Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mu'min, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalasi dengan baik". (19)
"Kepada masing-masing golongan baik golongan ini maupun golongan itu Kami berikan bantuan dari kemurahan Tuhanmu. Dan kemurahan Tuhanmu tidak dapat dihalangi" (20)
"Perhatikanlah bagaimana Kami lebihkan sebagian dari mereka atas sebagian (yang lain). Dan pasti kehidupan akhirat lebih tinggi tingkatnya dan lebih besar keutamaannya". (21)
Dalam surah Al-Isra diatas dinyatakan bahwa manusia adalah makhluk yang merdeka,bebas menentukan pilihan, terutama kebebasan manusia untuk menentukan tujuan hidupnya, apakah tujuan hidup kita hanya untuk kesenangan dunia saja ataukah tujuan hidup kita untuk menuju kenikmatan akhirat? Dalam surah Al-Isra diatas juga dijabarkan juga sifat Allah Ar-Rahman, bahwa dia Maha Pengasih-Maha Pemurah, dimana Dia akan memberi kepada semua mahluk-Nya, walau kepada yang tidak beriman sekalipun, dan Allah juga memberi seperti apa yang 'di idamkan' hamba-Nya. Namun juga disebutkan bahwa ada dua pilihan bagi kita, yaitu (yang menghendaki) kehidupan Duniawi atau (yang menghendaki) kehidupan Akhirat. Dimana ditegaskan pada ayat ke 21 diatas, bahwasannya kehidupan akhirat lebih tinggi tingkatnya dan lebih besar keutamaannya,dan juga adanya peringatan Allah pada ayat ke 18 diatas, bahwa bagi yang hanya menginginkan kehidupan duniawi (saja), maka Allah akan memberinya kenikmatan Dunia (yang fana ini) namun di akhirat nanti merugilah orang-orang tersebut, dan hanya neraka jahanam lah tempat kembali mereka, naudzubillah.
Ayat diatas benar-benar menggambarkan Islam sebagai agama yang sesuai dengan fitrah manusia, manusia telah diberikan oleh Allah akal, dengan akal nya manusia dapat berfikir mana yang baik dan tidak, manusia juga dapat berfikir bagaimana survive di dunia ini, dan dengan akalnya manusia diberi kebebasan memilih tujuan hidup nya. Namun Allah tidak 'membiarkan' kita jalan tanpa arah, Ia senantiasa membimbing 'arah' manusia dengan pelajaran, petunjuk dan juga rahmat-Nya (QS. Yunus [10]: 57). Tinggal kita sendirilah yang menentukan, mau atau tidak mengambil pelajaran dan petunjuk yang sangat berharga dari Allah tersebut, agar kita tidak sesat arah, agar kita di tunjukkan jalan yang lurus oleh-Nya....!
Kita harus ingat, bahwa sekiranya Allah menghendaki, niscaya kita dijadikan-Nya sebagai satu umat (saja), namun Allah hendak menguji kita terhadap pemberian-Nya agar kita berlomba-lomba berbuat kebajikan (QS. Al-Maidah [5]: 48).Itulah harusnya tujuan hidup kita di dunia ini, berlomba-lomba dalam berbuat kebajikan, demi mendapat kemuliaan di akhirat nanti, agar mendapat Ridha Allah dan memperoleh tempat di Surga-Nya kelak.
Ayo kita capai KEDUANYA! InsyaAllah BISA !!!
Kenapa dalam judul diatas tidak saya buat sebagai "Dunia atau Akhirat?" tapi menggunakan kata sambung "dan"? Karena agama islam selalu menuntun umatnya agar menjadi ummatan wasathan, ditengah-tengah, seimbang antara Dunia dan Akhirat, ketika pandangannya mengarah ke langit, kakinya harus tetap menapak di bumi, manusia tidak boleh tenggelam dalam materialisme (kehidupan duniawi saja), tidak juga membumbung tinggi dalam spiritualisme (saja). Islam mengajar umatnya agar meraih materi duniawi, tetapi dengan nilai-nilai samawi. Keseimbangan seperti yang saya sebutkan diatas, insyaAllah bisa kita capai apabila kita memahami betul fitrah manusia dan tujuan hidup kita (yang ideal) di dunia ini seperti yang saya sebutkan diatas "berlomba-lomba dalam berbuat kebajikan, demi mendapat kemuliaan di akhirat nanti, agar mendapat Ridha Allah dan memperoleh tempat di Surga-Nya kelak".
Adapun tujuan hidup yang dinyatakan dalam surah Al-Isra, dibedakan menjadi dua, apakah tujuan hidup kita hanya untuk kesenangan dunia saja ataukah tujuan hidup kita untuk menuju kenikmatan akhirat? Kita harus yakin benar bahwa kehidupan akhirat itu lebih utama, lebih tinggi tingkatannya, dan kekal selamanya, tidak hanya semetara sepeti di Dunia ini. Saya juga yakin bahwa dengan mengutamakan tujuan akhirat, niscaya kehidupan duniawi kita akan lebih baik, terutama dari sisi kualitas hidup nya.
Dunia kita ini adalah media bagi kita untuk berlomba-lomba dalam (idealnya) berbuat kebajikan, dimana semua yang kita lakukan dan usahakan di dunia ini, (idealnya) hanyalah semata-mata karena ingin mencapai tujuan kita- yaitu dunia Akhirat yang baik, tentunya dengan diperolehnya Ridha Allah swt. Saya berkali kali menuliskan kata 'idealnya' dalam kurung karena saya menyadari bahwa kita ini manusia yang penuh kekurangan, walau kita tau mana yang ideal dan mana yang tidak, namun jauh lebih mudah mengatakannya dan menuliskannya daripada menjalaninya, namun paling tidak kita jangan bosan untuk mengatakannya, jangan letih untuk menuliskannya, dan insyaAllah, dengan akal dan kemauan yang kokoh, kita dapat pula menjalaninya atau mengamalkannya. jadi ayo saudaraku, sama sama kita jalani hidup di dunia yang bermanfaat, saling berlomba dalam melakukan kebaikan, saling menolong dan mengingatkan, saling kasih dan mengasihi dan yang terpenting menapaklah di bumi Allah dengan pandangan yang mengarah ke langit (penuh Taqwa), jangan kita terlena dengan kehidupa duniawi belaka, karena saudaraku...,peringatan Allah sangatlah jelas, apabila kita hanya memikirkan dunia saja, kita akan tercela dan terusir di ahirat nanti nya.
Wa Allah A'lam
Subscribe to:
Posts (Atom)

