Monday, March 25, 2013

Parenting Ala Ali Bin Abi Thalib

"Didiklah anakmu sesuai dengan jamannya, Karena mereka hidup bukan di jamanmu"       itulah quote tekenal dari Ali Bin Abi Thalib RA, khalifah ke-4 umat islam yang terkenal dengan kepintaran, kejujuran dan juga kesetiaannya terhadap Rasulullah SAW.
Seperti sudah kita pahami bahwasannya mendidik dan membesarkan anak adalah amanah dari Allah SWT yang harus dijalankan dengan sebaik-baiknya. Banyak hal yang harus diperhatikan untuk menentukan pola pendidikan yang terbaik bagi masing-masing anak, apalagi mereka tidak hidup di jaman dahulu.
Menurut Ali bin Abi Thalib Ra. ada tiga pengelompokkan dalam cara memperlakukan anak:
1. Kelompok 7 tahun pertama (usia 0-7 tahun), perlakukan anak sebagai raja.
2. Kelompok 7 tahun kedua (usia 8-14 tahun), perlakukan anak sebagai tawanan.
3. Kelompok 7 tahun ketiga (usia 15-21 tahun), perlakukan anak sebagai sahabat.

ANAK SEBAGAI RAJA (Usia 0-7 tahun)
Melayani anak dibawah usia 7 tahun dengan sepenuh hati dan tulus adalah hal terbaik yang dapat kita lakukan. Banyak hal kecil yang setiap hari kita lakukan ternyata akan berdampak sangat baik bagi perkembangan prilakunya, misalnya :
>> Bila kita langsung menjawab dan menghampirinya saat ia memanggil kita- bahkan ketka kita    sedang sibuk dengan pekerjaan kita - maka ia akan langsung menjawab dan menghampiri kita ketika kita memanggilnya.
>>Saat kita tanpa bosan mengusap punggungnya hingga ia tidur,  maka kelak kita akan terharu ketika ia memijat atau membelai pngung kita saat kita kelelahan atau sakit.
>> Saat kita berusaha keras menahan emosi di saat ia melakukan kesalahan sebesar apapun, lihatlah dikemudian hari ia akan mampu menahan emosinya ketika adik/ temannya melakukan kesalahan padanya.
Maka ketika kita selalu berusaha sekuat tenaga untuk melayani dan menyenangkan hati anak yang belum berusia tujuh tahun, insya Allah ia akan tumbuh menjadi pribadi yang menyenangkan, perhatian dan bertanggung jawab. Karena jika kita mencintai dan memperlakukannya sebagai raja, maka ia juga akan mencintai dan memperlakukan kita sebagai raja dan ratunya.

ANAK SEBAGAI TAWANAN (usia 8-14 tahun)
Kedudukan seorang tawanan perang dalam islam sangatlah terhormat, Ia mendapatkan haknya secara proporsional, namun juga dikenakan berbagai larangan dan kewajiban. Usia 7-14 tahun adalah usia yang tepat bagi seorang anak bagi seorang anak untuk diberika hak dan kewajiban tertentu.
Rasulullah SAW mulai memerintahkan seoang anak untuk sholat wajib pada usia 7 tahun, dan memperbolehkan kita memukul anak tersebut (atau mengukum dengan hukuman seperlunya) ketika iIa telah berusia 10 tahun namun meninggalkan sholat. Karena itu usia 7-14 tahun adalah saat yang tepat dan pas bagi anak-anak kita untuk diperkenalkan dan diajarkan tentang hal-hal yang terkait dengan hukum-hukum agama, baik yang diwajibkan maupun yang dilarang, seperti:
>> Melakukan sholat wajib 5 waktu
>> Memakai pakaian yang bersih, rapih dan menutup aurat
>> Menjaga pergaulan dengan lawan jenis
>> Membiasakan membaca Al-Qur'an
>> Membantu pekerjaan rumah tanngga yang mudah dikerjakan oleh anak susianya
>> Menerapkan kedisiplinan dalam kegiatan sehari-hari
Reward dan punishment (hadiah/penghargaan/pujian dan hukuman/teguran) akan sangat pas diberlakukan pada usia 7 tahun kedua ini, karena anak sudah bisa memahami arti dari tanggung jawab dan konsekuaensi. Namun demikian, perlakuan pada setiap anak tidak harus sama kerena every child is unique (setap anak itu unik)

ANAK SEBAGAI SAHABAT (usia 15-21 tahun)
Usia 15 tahun adalah usia umum saat anak menginjak akil baligh. Sebagai orang tua kita sebaiknya memposisikan diri sebagai sahabat dan memberi contoh atau teladan yang baik seperti yang diajarkan oleh Ali bin Abi Thalib Ra.
>> Berbicara dari hati ke hati
Inilah saat yang tepat untuk berbicara dari hati ke hati dengannya, menelaskan bahwa ia sudah remaja dan beranjak dewasa. Perlu dikomunikasikan bahwa selain mengalami perubahan fisik, Ia juga akan mengalami perubahan secara mental, spiritual, sosial, budaya dan lingkungan, sehingga sangat mungkin akan ada masalah yang harus dihadapinya. Paling penting bagi kita para orang tua adalah kita harus dapat membangun kesadaran pada anak-anak kita bahwa pada usia setelah akil baliqh ini, ia sudah memiliki buku amalannya sendiri yang kelak akanditayangkan da diminta pertanggung jawabannya oleh Allah SWT.
>> Memberi Ruang Lebih
Setelah measuki usia akil BAliqh, anak perlu memiliki ruang agar tidakmerasa terkekang, namun tetap dalam pengawasan kita. Controlling tetap harus dilakukan tanpa bersikap otoriter dan tentu saja diiringi dengan berdo'a untuk kebaikan dan keselamatannya. Dengan demikian anak akan merasa penting, dihormati, dicintai, dihargai dan disayangi. Selanjutnya, Ia akan merasa percaya diri dan mempunyai kepribadian yang kuat untuk selalu cenderung pada kebaikan dan menjauhi perilaku buruk.
>> Mempercayakan tanggung jawab yang lebih berat.
Waktu usia 15- 21 tahun ini penting bagi kita untuk memberinya tanggung jawab yang lebih beratdan lebih besar, dengan begini kelak anak-anak kita dapat menjadi pribadi yang cekatan, mandiri, bertanggung jawab dan dapat diandalkan. Cobtoh pemberian tanggung jawab pada usia ini adalah seperti memintanya membimbing adik-adiknya, mengerjakan beberapa pekejaan yang biasa dikerjakan oleh orang dewasa, atau mengatur jadwal kegiatan dan mengelola kuangannya sendiri
>> Membekali anak dengan keahlian hidup.
Rasulullah SAW bersabda, "Ajarilah anak-anak kalian berkuda, berenang dan memanah" (Riwayat sahih Ima Bukhari dan Imam Muslm)
Secara harfiah, olah raga berkuda, berenang dan memanah adalah olah raga yang sangat baik untuk kebugaran tubuh. Sebagian menafsirkan bahwa berkuda dapat pula diartikan mampu mengendarai kendaraan (baik kendaraan darat, laut, udara). Berenang dapat disamakan dengan ketahanan dan kemampuan fisik yang diperlukan agar menjadi muslim yang kuat. Sedangkan memanah dapat pula diartikan sebagai melatih konsentrasi dan fokus pada tujuan. 
Di era modern, sebagian pakar memperluas tafsiran hadist diatas sebagai berikut :
>Berkuda = Skill of Life, memberi keterampilan atau keahlian sebagai bekal hidup agar memiliki rasa percaa diri, jiwa kepemimpinan dan pengendalian diri yang baik.
> Berenang = Survival of Live, mendidik anak agar selalu bersmangat, tidak mudah menyerah dan tegar dalam menghadapi masalah.
> Memanah = Thingking of Life, mengajarkan anak untuk membangun kemandirian berpikir, merencanakan masa depan dan menentukan target hidupnya.

Semoga saja kita para orang tua, guru, dan orang dewasa lainnya dapat memberikan perlakuan yang tepat pada anak-anak, siapapun mereka, dari manapun mereka berasal, dan dimanapun mereka berada, karena anak-anak adalah tanggung jawab orang dewasa di sekitarnya.

Wa Allah A'lam.

Thursday, February 28, 2013

Hari Akhir, Hari Kemudian, Sudah SIAP?

Hari Akhir, Hari Kemudian, Sudahkah kita SIAP? 

"Dan sesungguhnya Hari Kiamat itu pastilah datang, tak ada keraguan padanya" (QS. Al-Hajj 22:7)

Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama, begitulah Kami akan mengulanginya. Itulah suatu janji yang pasti Kami tepati. Sesungguhnya Kamilah yang akan melaksanakannya.” (Q.S Al Anbiyaa 104)

Sebagai seorang muslim, pastinya kita sudah menghafal ke-6 rukun Iman yang salah satu nya yaitu IMAN KEPADA HARI KEMUDIAN, namun apa makna dari Iman kepada Hari Kemudian? Yang paling mendasar dari iman kepada hari Kemudian adalah dengan mempercayai kepastian akan adanya hari kemudian, bahwa kehidupan di dunia ini akan habis dan mempunyai batas waktu berakhirnya, kemudian akan berganti dengan kehidupan kedua di alam akhirat. Saya menyebut hari tersebut sebagai Hari Kemudian dan bukan Hari Akhir adalah karena saya  ingin menekankan bahwa memang benar bahwa hari kiamat adalah akhir dari hidup kita di dunia ini,namun selain itu yang harus disadari justru adalah bahwa hari kiamat adalah hari permulaan dari dimulainya kehidupan kekal kita, kehidupan selama-lamanya tanpa batas waktu, kehidupan di Akhirat.                                    Didalam Al Qur'an, hari kiamat disebut dalam banyak kata seperti Yawm ad-Din ( Hari Penghakiman/ Pembalasan), Yawm al-Qiyamah (Hari Kebangkitan), Yawn Al-Fath (Hari Keputusan), Yawm al-Hisab (Hari Perhitungan), Yawm ath-thalaq (Hari Pertemuan), Yawm al-Jam'i (Hari Pengumpulan) dan lain-lain.
Hari Kiamat adalah sesuatu yang pasti terjadi, mungkin juga tak akan lama lagi..., karena beberapa dari tanda-tanda bahwa kiamat semakin dekat sudah tampak, diantaranya adalah banyaknya perzinahan, banyaknya wanita yang mengumbar aurat nya, dan lain sebagainya. Kalau memang benar adanya kiamat sudah mendekat, maka pertanyaan utama akan timbul di kepala kita, sudahkah kita siap? apa yang sudah kita tanam selama di dunia ini? apakah kita ketika di hisab nanti akan "panen raya" atau sebaliknya "paceklik" di Akhirat nanti??

Gambaran tentang kehidupan Hari Kiamat
Tak ada seorangpun yang bisa membayangkan kedahsyatan peristiwa hari Akhir, yang ditandai dengan ditiupnya sangkakala pertama oleh malaikat israfil, dan semua yang ada dilangit dan dibumi akan hancur lebur tanpa sisa. Firman Allah swt dalam QS.Az-Zumar 39 : 68
"Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing)". Kedahsyatan hari kiamat juga tergambar jelas dalam QS. Az-Zalzalah 1-8 "Apabila bumi digoncangkan dengan goncangan (yang dahsyat), dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya, dan manusia bertanya: "Mengapa bumi (menjadi begini)?", pada hari itu bumi menceritakan beritanya,karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) kepadanya. Pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam keadaan bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka, Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula". ; QS. Al- Waqi'ah 1-6  "Apabila terjadi hari kiamat, tidak seorangpun dapat berdusta tentang kejadiannya.(Kejadian itu) merendahkan (satu golongan) dan meninggikan (golongan yang lain), apabila bumi digoncangkan sedahsyat-dahsyatnya, dan gunung-gunung dihancur luluhkan seluluh-luluhnya, maka jadilah ia debu yang beterbangan." ;  dan juga Q.S Al Mu’minun: 15-16 “Kemudian, sesungguhnya kamu sekalian akan dibangkitkan (dari kuburmu) di hari Kiamat.” 

Wednesday, February 20, 2013

Tiga Golongan Manusia di Akhirat Nanti

Apabila kita membaca QS.Al-Waaqi'ah (surah ke 56), maka kita akan tau segala sesuatu tentang hari kiamat dan juga akhirat, dan akan dijelaskan pula oleh Allah bahwa pada hari Akhir nanti, manusia akan dibagi menjadi 3 golongan, yaitu Golongan kanan yang mulia, Golongan kiri yang sengsara, dan golongan yang paling mulia dan paling dekat kepada Allah, yaitu golongan yang paling pertama beriman. Disebutkan dengan terperinci akan ke-3 golongan tersebut sbb:

1. Golongan pertama adalah golongan yang paling mulia, yaitu golongan  orang-orang yang paling pertama beriman, merekalah yang paling dekat kepada Allah, mereka berada dalam jannah kenikmatan. Mereka itu terdiri dari segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian. Mereka berada di atas dipan yang bertahta emas dan permata, mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda, mereka semuanya berada di surga yang menyediakan segala jenis kenikmatan yang baik, minuman yang lezat dan tidak memabukkan, buah-buahan,daging, mereka juga ditemani bidadari yang sangat menawan, Subhanallah, betapa indahnya..., disinilah nanti Rasulullah dan para sahabatnya bermukim, di surga Firdaus yang tertinggi.

2. Golongan kedua adalah golongan Kanan, adalah golongan yang bahagia, yaitu segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu, dan segolongan besar pula dari orang-orang yang kemudian. Mereka masuk juga kedalam surga yang didalamnya terdapat pohon bidara yang tak berduri, dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya), dan naungan yang terbentang luas, dan air yang tercurah, dan buah-buahan yang banyak, yang tidak berhenti (berbuah) dan tidak terlarang mengambilnya, dan kasur-kasur yang tebal lagi empuk, ditemani bidadari dan gadis perawan yang penuh cinta dan juga seumur. 

3. Golongan terakhir adalah golongan kiri, mereka itu adalah golongan yang paling sengsara, mereka masuk neraka dan kekal didalamnya, Mereka berada dalam siksaan angin yang amat panas, dan air panas yang mendidih, dan dalam naungan asap yang hitam. Mereka itulah yang pada masa hidupnya itu bermewah-mewahan. Dan mereka terus-menerus mengerjakan dosa besar.Mereka tidak percaya adanya hari akhir dan mereka selalu mengatakan: "Apakah bila kami mati dan menjadi tanah dan tulang belulang, apakah sesungguhnya kami akan benar-benar dibangkitkan kembali? Mereka itu
orang-orang yang sesat lagi mendustakan (hari Akhir), Mereka benar-benar akan memakan pohon zaqqum (sejenis tanaman berduri), sesudah itu mereka juga akan meminum air yang sangat panas seperti unta yang kehausan. Naudzubillah min dzalik.

Mau masuk golongan yang mana kita? Insya Allah kita semua masuk ke golongan orang-orang mu'min, yang beruntung dan dapat menikmati indah nya surga, Amien YRA.

Friday, January 25, 2013

Muhammad Rasulullah

Apa kau kenal Muhammad, Rasulullah?
Ialah kekasih Allah...
Lahirnya membawa cahaya ke bumi ini
Cerahkan dunia, Terangi alam semesta.
Menyinari kelamnya hati manusia.

Apa kau tau Muhammad, Rasulullah?
Ia memang manusia biasa...
Namun akhlaknya mulia
Selalu santun kepada semua
Selalu jujur dalam setiap kata
Selalu sabar dan penuh kasih, itulah pembawaan nya

Apa kau sudah dengar tentang Muhammad, Rasulullah?
Ialah Al-Amin, yang dapat dipercaya
Ia mengajarkan tentang Allah dan sifat-sifat-Nya yang sangat indah
Ia membawa agama Islam, yang merubah paradigma dunia
Ia mengajarkan bahwa harkat manusia adalah sama
yang membedakan manusia dimata Tuhannya hanyalah ke-taqwaan nya
Ia mengajarkan berdamai sebelum berperang
Ia mengajarkan memaafkan sebelum membalas
Ia mengajarkan kasih sayang kepada semua
Ia mengajak umat nya untuk selalu berbuat kebaikan
Ia menyerukan Islam sebagai agama pembawa kedamaian

Apa kita mencintai Muhammad, Rasulullah?
Mengenal nya berarti mempelajari sifat-sifat mulia nya
Menjunjungnya berarti  men-tauladani akhlak nya
Membelanya berarti mempelajari dan mengajarkan tentang contoh prilakunya
Menyayanginya berarti menyayangi ummat nya yang sangat disayanginya
Mencintainya berarti menjalankan ajaran Al-Qur'an dan Sunah-sunah nya

Ayo kita cintai Nabi kita Muhammad...
Doakan beliau, Shalawat untuk nya...
Tauladani dia...Ingat selalu akan dia...
karna dia selalu ingat kepada kita
bahkan sampai akhir hayat nya Rasulullah menyebut tiga kata..
Ummati...ummati...ummati...

اللهم صل على محمد وعلى آل محمد كما صليت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد اللهم بارك على محمد وعلى  آل محمد كما باركت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد

“Allaahumma sholli ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad kamaa shollaita ‘alaa ibroohiim wa ‘alaa aali ibroohiim innaka hamiidum majiid, Allaahumma baarik ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad kamaa baarokta ‘alaa ibroohiim wa ‘alaa aali ibroohiim innaka hamiidum majiid”.
“Ya Allah berilah shalawat kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah bershalawat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim, Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji (lagi) Maha Mulia. Ya Allah, Berkahilah Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah memberkahi Ibrahim dan keluarga Ibrahim, Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji (lagi) Maha Mulia”

Ditulis untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad 2013
(Hari dimana kita seharusnya ber muhasabah sampai dimana kita meneladani Rasulullah saw)

Wednesday, January 23, 2013

URUTAN MENCINTAI yang DICINTAI ALLAH


Kita manusia, adalah mahluk yang lemah, sangat gampang tergoda oleh nafsu kita sendiri, mulai dari manusia pertama, Nabi Adam as, bahkan ketika Ia masih tinggal di Surga, Ia sudah tergoda oleh nafsu yang tentunya dibisikkan oleh syeitan, sehingga Nabi Adam berbuat dosa dan diturunkan ke Bumi. Dan hal ini pasti akan terus terjadi sepanjang umur dunia ini, apalagi syeitan sudah berjanji akan terus menghasut mausia sampai akhir zaman, agar kelak manusia ‘menemani’ mereka di neraka jahanam, seperti yang difirmankan Allah dalam                        QS. Al-Israa [17]: 62-64 : Dia (iblis) berkata "Terangkanlah kepadaku inikah orangnya (Adam) yang Engkau muliakan atas diriku? Sesungguhnya jika Engkau memberi tangguh kepadaku sampai hari kiamat, niscaya benar-benar akan aku sesatkan keturunannya, kecuali sebahagian kecil". Tuhan berfirman: "Pergilah, barangsiapa di antara mereka yang mengikuti kamu, maka sesungguhnya neraka Jahannam adalah balasanmu semua, sebagai suatu pembalasan yang cukup. Dan hasuntlah siapa yang kamu sanggupi di antara mereka dengan ajakanmu, dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki dan berserikatlah dengan mereka pada harta dan anak-anak dan beri janjilah mereka. Dan tidak ada yang dijanjikan oleh syaitan kepada mereka melainkan tipuan belaka”. Auzubillah.
Kita manusia sering lupa, bahwa karunia yang Allah berika kepada kita berupa keluarga, anak dan harta benda itu sebenarnya adalah ujian bagi kita, dan seperti dinyatakan dalam surah Al-Isra ayat 64, bahwa harta dan anak-anak kita adalah salah satu senjata utama bagi syeitan untuk menyusup dan menyesatkan kita. Allah berfirman engan sangat jelas dalam                QS At-Taubah [9]: 24 
Katakanlah: " Jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebh kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya". Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik. 
                               
Jadi ada 1 cara agar kita mengetahui apakah selama ini kita sudah diperdaya oleh syeitan melalui karunia yang kita miliki (harta, anak, keluarga dsb) adalah dengan mengurutkan prioritas cinta kita, apakah kita sangat mencintai karunia tesebut sehingga kita lupa atau lalai mencintai Sang Pemberi Karunia Allah swt seperti yang di nyatakan dalam ayat diatas? Kalau benar seperti itu, berarti selama ini kita termasuk orang-orang yang fasik, Auzubillah
Sayapun sekarang ini benar-benar merinding karena ketakutan, membayangkan bahwa selama ini urutan cinta saya seperti si-fasik, Kalau lagi bekerja, suka menunda sholat, kalau lagi mengurus anak, juga menunda sholat, lagi liat acara tv juga menunda sholat, parahnya lagi apabila sedang jalan-jalan kita suka meng-qadha sholat, apalagi kalau lagi menghitung harta, lupalah kita akan waktu sholat seakan-akan harta itulah sendiri tuhan kita, innalilahi wa inna ilaihi rajiun. Tapi saya tidak mau berdiam diri, saya tidak mau dicap Fasik oleh Allah, sangat tidak mau! Yang saya mau adalah Mendapat Cinta dan Ridha Allah sehingga dengan Cinta-Nya saya akan dapat menikmati indahnya Surga-Nya kelak. Tentunya anda pun pasti sependapat dengan saya…, pertanyaannya “HOW?” Bagaimana caranya? Jawabanya adalah dengan membalik urutan mencintai yang selama ini kita lakukan dengan URUTAN MENCINTAI yang DICINTAI ALLAH yaitu sbb:
Mencintai Allah dan Rasul-Nya
Mencintai Berjihad di jalan-Nya
Mencintai sisanya dari ayat diatas yaitu :
bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai.

Dengan urutan mencintai yang benar ini, seharusnya kita tidak lagi bisa diperbudak oleh kehidupan dunia dan tidak gampang dihasut oleh syeitan. Dengan urutan mencintai yang benar ini, seharusnya kita akan dapat menjadikan Allah sebagai kekasih kita, yang paling kita cintai, lalu juga mencintai Rasul-Nya, dan niscaya kita akan dapat menjadi ummat yang dicintai Allah.